ADVERTORIAL

IAI Lantik Pengurus Wilayah Yogyakarta periode 2019-2023

Terobosan-terobosan baru harus selalu dilakukan oleh akuntan dalam segala hal, termasuk juga sumber daya alam, kebudayaan, heritage maupun riset.

IAI Lantik Pengurus Wilayah Yogyakarta periode 2019-2023
istimewa
Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus IAI Wilayah Yogyakarta periode 2019-2023 yang diadakan di Eastparc pada Minggu (29/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Akuntan merupakan promotor bagi akuntabilitas, terutama bagi keuangan publik.

Oleh karenanya, seorang akuntan harus bisa mengurai sesuatu yang rumit menjadi lebih sederhana dan dimengerti masyarakat luas.

Mardiasmo, Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus IAI Wilayah Yogyakarta periode 2019-2023 yang diadakan di Eastparc pada Minggu (29/9/2019) menerangkan, seorang akuntan harus selalu memiliki terobosan sehingga bisa membantu banyak bidang.

"Jangan membuat yang berbelit-belit, seorang akuntan harus bisa menyederhanakan sesuatu, sehingga masyarakat bisa dengan mudah membacanya. Selain itu IAI, termasuk IAI DIY harus punya terobosan, kecerdasan sehingga benar-benar bisa membantu Presiden termasuk Pemerintah Pusat dan DIY untuk bisa mempertanggungjawabkan uang publik kepada masyarakat luas," ungkapnya.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Mardiasmo menerangkan terobosan-terobosan baru harus selalu dilakukan oleh akuntan dalam segala hal, termasuk juga sumber daya alam, kebudayaan, heritage maupun riset.

Untuk bidang riset, menurutnya juga penting bagi akuntan untuk bisa menyederhanakan Surat Pertanggungjawaban (SPJ), dan lebih berfokus pada subtansi dari riset itu sendiri.

"Kita harus bisa capture semuanya, termasuk pertanggungjawaban pada riset. Fokus pada subtansi, riset harus berhasil dengan baik, jangan sibuk mempertanggungjawabkan SPJ itu sendiri. Jadi kita substansi harus diutamakan dari pada form SPJ," terangnya

Lebih lanjut, Mardiasmo menjelaskan, akuntan juga harus bisa berperan di segala lini, baik dalam korporasi maupun ranah pemerintahan.

Menurutnya, saat ini belum banyak akuntan yang masuk di ranah pemerintahan, padahal ketika akuntan ini masuk dalam ranah pemerintahan, maka akan bisa memberikan kontribusi lebih dan hasil yang lebih optimal.

Mahasiswi Akuntansi UGM Ini Dalami Dunia Model dan Make Up Artist

"IAI jangan hanya lebih kepada korporasi, atau bisnis, tapi juga semuanya. Kita memang perlu koorporasi, namun government juga harus ada, BUMN, BUMD juga harus baik. Jadi bagaimana akuntan bisa masuk di semua lini, termasuk juga pengelohan haji, di Jogja atau pusat. Kita harus punya kontribusi yang lebih baik," katanya.

Ketua IAI Wilayah Yogyakarta yang baru dilantik, Hardo Basuki mengatakan banyak persoalan yang memerlukan peran dari akuntan, termasuk juga kaitannya dengan SPJ.

Menurutnya proses SPJ yang terlalu berbelit-belit akan menyita banyak tenaga, sehingga ke depan IAI Wilayah Yogyakarta juga akan berfokus memperbaiki sistem SPJ.

"Banyak persoalan yang terjadi, terutama membantu perekonomian. Proses SPJ terlalu berbelit-belit, itu yang membuat energi kita tersita banyak. Ini saya kira, depan bagaimana kita bisa memperbaiki sistem SPJ yang sampai 17 rangkap menjadi lebih sederhana, dan fokus kepada output," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved