Bisnis

Soal Revisi Perda Insentif dan Kemudahan Investasi, Pengusaha : Jangan Mengancam Usaha Lokal

Rencananya Perda yang akan direvisi tersebut akan memprioritaskan tiga sektor di antaranya pariwisata, pendidikan, serta ekonomi kreatif.

Soal Revisi Perda Insentif dan Kemudahan Investasi, Pengusaha : Jangan Mengancam Usaha Lokal
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DIY meminta revisi Peraturan Daerah (Perda) No 4 tahun 2013 tentang insentif dan kemudahan berinvestasi harus ramah terhadap keberadaan pengusaha lokal terutama UMKM.

Rencananya Perda yang akan direvisi tersebut akan memprioritaskan tiga sektor di antaranya pariwisata, pendidikan, serta ekonomi kreatif.

Wakil Ketua Bidang Organisasi ASITA DIY, Bobby Ardyanto mengusulkan, mesti ada prosedur yang ketat jika investor luar ingin menanamkan modal di wilayah setempat.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Langkah ini dinilai bisa meminimalisir dan melindungi gempuran produk dan jasa luar negeri terhadap pelaku usaha lokal.

Selain itu, diharapkan keberadaan pelaku UMKM lokal tidak tergeser dan kalah saing dengan adanya kemudahan investasi tersebut.

Dijelaskannya, negara-negara lain sudah mencoba menerapkan aturan yang demikian, pun Indonesia juga.

Namun menurutnya efektifitas dari upaya perlindungan itu belum menunjukkan hasil.

Ia mencontohkan Malaysia dan Bali yang cukup ketat dalam memberikan kemudahan investasi bagi investor luar.

Dinas Koperasi dan UKM DIY Dorong Pelaku UMKM Terus Berinovasi

Upaya Business to Consumer (B2C) di wilayah itu, mesti melibatkan pelaku usaha lokal dengan berbagai aturan lain, sehingga upaya proteksi dan menjaga keberlangsungan pelaku UMKM menjadi optimal.

"Bentuk-bentuk seperti itu yang diperlukan. Supaya keberadaan usaha lokal tidak tergilas dengan kemudahan investasi. Jadi ada kontribusi yang jelas benar-benar bisa menjadi mitra, sehingga lokal bisnis bisa pula berkembang," kata dia, Jumat (27/9/2019).

Ditambahkannya, tanpa adanya upaya perlindungan dan jaminan terhadap pelaku usaha lokal yang dicemaskan terjadi, pengusaha domestik malah menjadi penonton dari sejumlah peluang dan perkembangan ekonomi setempat.

Di lain hal, langkah ini juga dinilai mampu untuk menciptakan kompetisi usaha yang sehat, baik bagi investor maupun pengusaha domestik.

Dinas Koperasi dan UKM DIY Beri Syarat Khusus UMKM di Bandara YIA Kulonprogo

Ketua Dewan Penasehat Kadin DIY, Robby Kusumaharta menilai, daerah memang perlu upaya yang ekstra untuk menggenjot realisasi investasi di tengah iklim resesi ekonomi global.

Ia beranggapan, upaya untuk terus mengoptimalkan kinerja investasi lewat berbagai kemudahan perlu digalakkan, agar laju perekonomian daerah tidak ikut stagnan.

"Perlu kita lihat ke depannya dari aturan ini. Kalau untuk meningkatkan daya saing daerah saya rasa ukurannya adalah daerah dan negara lain. Nanti kita lihat bagaimana pelaksanaannya," urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved