Breaking News:

Yogyakarta

Kisah Siswa yang Bayar Sekolah Pakai Uang Koin

Beberapa waktu lalu, terdapat sebuah fenomena yakni seroang wali murid di SMK N 1 Yogyakarta membayar sekolah menggunakan uang koin.

Istimewa
Beberapa waktu lalu, terdapat sebuah fenomena yakni seroang wali murid di SMK N 1 Yogyakarta membayar sekolah menggunakan uang koin. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa waktu lalu, terdapat sebuah fenomena yakni seroang wali murid di SMK N 1 Yogyakarta membayar sekolah menggunakan uang koin.

Tribunjogja.com yang mendatangi SMK N 1 Yogyakarta, Kamis (26/9/2019) mendapati bahwa fenomena ini benar adanya.

Kepala Sekolah SMK N 1 Yogyakarta, Elyas dah Humas SMK N 1 Yogyakarta, Wahyu Winartuti membenarkan hal ini.

"Kemarin memang sempat ada, Jumlah uang koinnya sekitar Rp.1.200.000 dan sisanya uang kertas, jadi totalnya Rp.1.435.000," ujar Kepala Sekolah SMK N 1 Yogyakarta kepada Tribunjogja.com.

Wow! Koin Emas Langka Berusia 1.700 Tahun Terjual Hampir Rp1 Triliun

Tambahnya, yang membayar menggunakan uang koin adalah wali murid dari siswi kelas XII.

"Itu anaknya ada, tapi sebenarnya bukan membayar SPP. Melainkan untuk pembayaran wisuda, pensi dan les. Sebenarnya ini sudah kedua kalinya, dulu saat awal penerimaan siswa baru, dia bayar Rp.3.000.000 pakai uang logam juga," ujarnya.

"Wali murid tersebut kemarin juga bercerita bahwa itu uang tabungan. Lebih kurang tabungan selama satu setengah tahun," imbuhnya.

Lanjut Elyas, "kita tidak akan gunakan uang ini. Uang koin yang dibayarkan akan kita pajang dan jadikan contoh agar murid-murid bisa belajar menabung. Seperti pepatah itu rajin menabung pangkal kaya".

Tribunjogja.com pun berhasil menemui anak dari wali murid tersebut yang namanya Tri Ratna Handayani Pamungkas.

Mengeluh Sakit Perut, Ternyata di Dalam Perut Pasien Ini Ditemukan Batu, Tutup Botol dan Koin

Dalam keterangannya, dia menjelaskan mengenai uang koin tersebut.

"Itu memang tabungan keluarga, kan bapak ibu jualan angkringan. Jadi setiap ada rejeki lebih akan ditabung, Saya juga ikut menabung," ujarnya.

Ratna menjelaskan bahwa dia dan ayahnya yang bernama Suratmo, bersama-sama menghitung uang koin tersebut.

"Setelah dihitung kita kelompokkan dalam bungkusan, jadi setiap bungkusnya berisi Rp.30 ribu," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved