Jawa

Tahap Awal Pilkada 2020 Kota Magelang, Syarat Dukungan Calon Independen Diserahkan November

Calon perseorangan dari jalur independen atau non-parpol perlu mengumpulkan syarat dukungan untuk dapat maju pada Pemilihan Kepala Daerah atau Pemilih

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang, Basmar Perianto, memberikan keterangan kepada wartawan soal tahapan Pilkada 2020 Kota Magelang di sela rapat mitra kerja Bawaslu di Hotel Atria, Kota Magelang, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Calon perseorangan dari jalur independen atau non-parpol perlu mengumpulkan syarat dukungan untuk dapat maju pada Pemilihan Kepala Daerah atau Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Magelang Tahun 2020 mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang, Basmar Perianto, mengatakan, jumlah dukungan yang mesti dikumpulkan oleh calon independen untuk maju adalah 10 persen dari daftar pemilih.

Jika pemilih yang ada di Kota Magelang berjumlah sebanyak 91.331, maka dukungan yang mesti diserahkan adalah 9.134.

Dukungan harus mencakup dua dari tiga kecamatan yang ada di Kota Magelang.

Syarat dukungan tersebut diserahkan bulan November 2019 mendatang.

Begini Peluang Gibran Rakabuming Dicalonkan Pada Pilkada Solo Lewat PDIP

"Jumlahnya 10 persen dari daftar pemilih. Jika daftar pemilih 91.331 maka, dukungan yang harus dikumpulkan oleh calon perseorangan adalah 9.134. Sesuai tahapan persyaratan dukungan diserahkan kepada KPU pada bulan November 2019," ujar Basmar, Rabu (25/9/2019) di sela rapat mitra kerja Bawaslu Kota Magelang di Hotel Atria, Kota Magelang.

KPU Kota Magelang pun akan melakukan verifikasi faktual terhadap syarat dukungan berupa surat pernyataan dukungan dan KTP-el.

Syarat dukungan mesti diserahkan pada November 2019.

Jumlahnya akan diverifikasi.

Jika terdapat kekurangan, calon perserorangan diminta melengkapi, sebagai syarat ia dapat maju mendaftar sebagai calon Walikota atau Wakil Walikota Magelang pada Pilkada 2020.

"Syarat dapat diserahkan pada bulan November 2019. Bulan Desember, KPU akan melakukan verifikasi. Kami akan melakukan verifikasi, jika terdapat kekurangan, kami meminta calon untuk melakukan perbaikan. Sampai jumlahnya mencapai 10 persen, baru calon dapat mendaftar sebagai kandidat calon walikota ke KPU,” katanya.

KPU sendiri sudah mengusulkan anggaran untuk Pilkada dan disetujui di angka sebesar Rp 7,8 Miliar.

Melalui anggaran tersebut, KPU memperhitungkan setidaknya ada tiga paslon dari partai politik dan satu paslon dari perseorangan.

Poros Independen Berpotensi Muncul pada Pilkada Kota Magelang Tahun 2020

Koalisi partai pun akan mungkin terbentuk. Sebagaimana diketahui hanya ada satu parpol yang bisa mengajukan paslon sendiri karena telah memiliki sembilan kursi dari lima kursi yang disyaratkan.

"Sesuai anggaran tersebut, kami memperhitungkan setidaknya ada tiga paslon dari parpol dan satu paslon dari perseorangan. Kemungkinan juga ada koalisi kalau melihat dari perolehan kursi dari partai. Hanya ada satu yang bisa mengusung calon sendiri, yang lain mungkin akan berkoalisi atau bergabung, nanti kita lihat seperti apa," tutur Basmar.

Basmar mengatakan, tahap dan jadwal Pilkada sendiri sudah keluar, sesuai pada PKPU Nomor 15 Tahun 2019 yang baru terbit.

Sesuai jadwal, pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota di KPU Kota Magelang pada bulan Juni 2020, mendatang.

"Untuk paslon independen akan dilakukan lebih dulu, tahap awal penyerahan dukungan. Nanti setelah dipenuhi, mereka bisa mendaftar, termasuk dari paslon dari jalur parpol. Sesuai jadwal, Juni 2020, pendaftaran paslon akan dibuka," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved