7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil
Ibu hamil dapat membagi porsi gizi makanan antara sayur, karbohidarat, protein dan lemak. Namun hindari beberapa jenis makanan untuk ibu hamil.
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Dwi Latifatul Fajri
TRIBUNJOGJA.COM - Menjaga kesehatan dan asupan gizi sangat penting untuk ibu yang sedang hamil sembilan bulan.
Cakupan gizi saat hamil dapat mempengaruhi kesehatan diri serta janin dalam kandungan. Kondisi tubuh dan asupan makanan harian tidak boleh terlewatkan.
Ibu hamil dapat membagi porsi gizi makanan antara sayur, karbohidarat, protein dan lemak.
Sayur-sayuran dapat dikonsumsi untuk menyumbang sejumlah zat gizi penting yang menunjang pertumbuhan janin.
Namun harus diperhatikan virus dan bakteri yang menempel pada permukaan sayuran beresiko menimbulkan kontaminasi ketika dimakan.
Memastikan makanan apa saja yang aman dikonsumsi merupakan kewajiban bagi orangtua yang menginginkan bayinya berkembang sehat dan normal.
Dikutip dari Grid.health berikut makanan yang harus dihindari untuk ibu hamil :
1. Hindari makan sayur mentah
Selain sayuran yang tidak dicuci dengan bersih, ibu hamil juga tidak dianjurkan untuk makan sayur mentah.
Cuci sayuran mentah karena bakteri dan virus yang berada di sayuran mentah dapat beresiko untuk kesehatan ibu dan janin.
Hindari juga kecambah mentah seperti lobak dan kacang hijau karena mengandung bakteri penyebab penyakit.
2. Hindari makanan laut mentah atau kurang matang
Selain sayuran, bakteri dan virus juga terkandung dalam makanan laut. Hindari makanan laut yang tidak dimasak dan didinginkan. Lalu hindari ikan mentah dan kerang seperti sushi, sashimi, tiram mentah, scallop dan kerang.
Semakin besar dan semakin tua ikan, maka semakin besar juga kandungan merkurinya.
Makanan laut sebaiknya dihindari oleh ibu hamil seperti ikan pedang, ikan hiu, ikan makarel, dan ikan tilefish.
Beberapa jenis makanan laut yang mengandung sedikit merkuri dan aman dikonsumsi ibu hamil menurut The 2015-2020 Dietary Guidelines for Americans, yaitu : udang, salmon, ikan pollack, lele, teri, nila, ikan trout, dan tuna kaleng.
Masak makanan laut dengan suhu sekitar 63 derajat celcius.
3. Hindari daging, ayam dan telur yang kurang matang
Masak daging ayam dengan benar bila perlu menggunakan termometer daging untuk memastikan suhu. Memasak telur sampai kuning telur dan putihnya padat bukan setengah matang.
4. Hindari produk susu rendah lemak, seperti susu skim dan keju.
Susu yang tidak melalui proses pasteurisasi atau dipanaskan tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil karena memiliki banyak bakteri.
Selain itu hindari jenis keju seperti keju lunak, seperti brie, feta, dan keju biru. Kecuali keju tersebut diberi label pasteurisasi atau dibuat dengan susu yang telah dipasteurisasi.
5. Hindari kafein berlebih
Kafein berbahaya karena jika dikonsumsi dapat melewati plasenta, efeknya pada bayi masih belum bisa dipastikan. Supaya aman batasi jumlah konsumsi kafein selama kehamilan.
6. Hindari teh herbal
Beberapa data menemukan bahwa teh herbal ternyata memiliki efek tertentu pada bayi yang sedang berkembang. Hindari konsumsi teh herbal atau konsultasikan ke dokter jika ingin mengkonsumsi teh herbal khusus ibu hamil.
7. Hindari alkohol
Alkohol beresiko tinggi bagi ibu hamil. Ibu hamil yang mengkonsumsi alkohol beresiko tinggi mengalami keguguran dan kelahiran mati.
Selain itu mengkonsumsi alkohol menyebabkan cacat wajah dan cacat intelektual.
(*)
(Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-foto-ibu-hamil-dengan-sayur.jpg)