Breaking News:

Jawa

10 Miliar untuk Pilkada 2020 Kota Magelang

Angka terakhir yang disepakati antara Pemkot Magelang dan KPU Kota Magelang. Rencananya pada 1 Oktober 2019

TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang, Basmar Perianto, memberikan keterangan kepada wartawan soal tahapan Pilkada 2020 Kota Magelang di sela rapat mitra kerja Bawaslu di Hotel Atria, Kota Magelang, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Anggaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Magelang Tahun 2020 mendatang oleh KPU Kota Magelang disepakati di angka Rp 7,8 Miliar.

Sementara anggaran untuk pengawasan Bawaslu sebesar Rp 2,8 Miliar. Semua bersumber dari NPHD dari APBD Kota Magelang.

"Pilkada 2020 mendatang, anggaran sebesar Rp 7,8 Miliar. Angka tersebut yang disepakati setelah kami mengajukan Rp 7,3 Miliar lalu dirasionalisasi Rp 7,05 Miliar, kemudian terjadi perubahan lagi dan penambahan karena sejumlah alasan, seperti perpanjangan masa kerja PPK/PPS," ujar Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto, Rabu (25/9) di sela rapat mitra kerja Bawaslu di Hotel Atria Kota Magelang.

Fasilitas untuk Pelajar dan Penyandang Disabilitas Perpustakaan Kota Magelang Terus Ditambah

Basmar mengatakan, pihaknya semula mengajukan Rp 7,3 miliar. Kemudian angka tersebut dirasionalisasi menjadi Rp7,05 miliar. Baru terdapat tambahan masa kerja badan ad-hoc PPK dan PPS sebanyak satu bulan sehingga anggaran naik menjadi Rp 7,8 Miliar.

Angka terakhir yang disepakati antara Pemkot Magelang dan KPU Kota Magelang. Rencananya pada 1 Oktober 2019, akan dilangsung penandatangan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

"Ada tambahan untuk yang masa kerja badan ad hoc untuk PPK/PPS tambah satu bulan lagi. Kita ajukan naik lagi jadi sekitar Rp7,8 miliar," katanya.

Anggaran tesebut sudah mencakup pengadaan logistik, biaya kampanye, PPK/PPS, pengadaan alat peraga sampai dengan debat juga dibiayai oleh KPU. Pilkada serentak dilangsungkan pada 23 Septembet 2020. Sedangkan tahapan pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota pada bulan Juni 2020.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Magelang, Endang Sri Rahayu, menuturkan, pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp2,8 miliar. Angka itu disepakati, dan nantinya akan digunakan untuk kegiatan Bawaslu Pilkada, termasuk juga honor dan lain sebagainya.

Pihaknya sendiri mulanya mengusulkan anggaran sebesar Rp2,17 miliar, bertambah menjadi Rp2,76 miliar. Terakhir, usulan direvisi lagi karena melihat masa kerja Panwascam yang diperpanjang menjadi 11 bulan. Belum lagi ada penambahan honor untuk Panwascam.

“Pengajuan anggaran Rp2,8 miliar. Dana itu untuk kegiatan Bawaslu Pilkada, termasuk ada honor, PTPS, sosialisasi, semuanya sudah terkover disana. Alhamdulillah, Pemkot Magelang suport,” katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved