Seto Nurdiyantoro Jarang Pasang Ekspresi Berlebihan saat Dampingi PSS, Ternyata Ini Alasannya
Seto memang terlihat sering berekspresi datar saat memimpin penggawa PSS Sleman melakoni laga dari bench pemain
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, membeberkan alasanya jarang melakukan selebrasi perayaan gol maupun kemenangan timnya secara berlebihan.
Seperti diketahui, Seto memang terlihat sering berekspresi datar saat memimpin penggawa PSS Sleman melakoni laga dari bench pemain.
Pelatih berusia 45 tahun itu mengaku jika karakter tidak ekspresif didalam lapangan tersebut menurutnya karena setiap pelatih memiliki ciri khas dan kepribadian masing-masing.
"Tiap pelatih punya style masing-masing ya. Tipikal saya seperti itu, tapi saya pribadi mencoba berkaca ke Timnas Jerman," ujarnya, pada sesi jumpa pers sebelum laga kontra Arema FC, Senin (23/9/2019).
Menurut Seto, Timnas Jerman saat menjuarai Piala Dunia tahun 2014 tampil dengan tenang dan santai.
Saat memenangi laga dibabak penyisihan hingga menembus partai final hingga saat menciptakan gol tim besutan Joachim Loew kala itu tidak terlalu berlebihan dalam merayakan.
"Pada saat Jerman juara itu, saya melihat tim Jerman saat merayakan gol tidak berlebihan. Namun saat juara baru mereka ekspresif merayakan," jelasnya.
Menurutnya, cara demikian menjadi inspirasi baginya dalam bersikap di dalam lapangan.
"Itu jadi inspirasi saya dan saya memang begitu ekspresinya datar-datar aja," tandasnya. (*)