Advertorial

Sego Wungkus Godong Jati dan Bantuan Air Bersih Warnai Gerakan Subuh Berjamaah Rumah Zakat

Rumah Zakat kembali menggiatkan Gerakan Subuh Berjamaah di Desa Pacarejo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidil D.I.Yogyakarta.

Sego Wungkus Godong Jati dan Bantuan Air Bersih Warnai Gerakan Subuh Berjamaah Rumah Zakat
Istimewa
Rumah Zakat kembali menggiatkan Gerakan Subuh Berjamaah di Desa Pacarejo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidil D.I.Yogyakarta. Ini merupakan putaran ke-51 dilaksanakan pada Minggu (22/9/2019) bertempat di Masjid Al Hidayah Dusun Piyuyon. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Rumah Zakat kembali menggiatkan Gerakan Subuh Berjamaah di Desa Pacarejo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidil D.I.Yogyakarta.

Ini merupakan putaran ke-51 dilaksanakan pada Minggu (22/9/2019) bertempat di Masjid Al Hidayah Dusun Piyuyon.

Dusun Piyuyon merupakan dusun terjauh dari pusat Pemerintahan Desa Pacarejo.

Di lokasi ini selalu kekurangan pasokan air bersih saat musim kemarau.

Karenanya, pada kesempatan kali ini Ratno Sungkowo selaku Relawan Rumah Zakat Desa Pacarejo memberikan bantuan dropping air bersih 15.000 liter untuk mencukupi kebutuhan air wudhu di dua mesjid yang ada di dusun tersebut serta warga yang tidak mampu.

Rumah Zakat Resmikan BUMMAS di Brontokusuman untuk Dorong Kemandirian Ekonomi

"Setelah makan nasi, ini amanah dari Rumah Zakat berupa tiga tengki air saya serahkan nggeh, satu
tengki untuk Masjid Al Hidayah ini dan yang satu tengki untuk masjid Al Ihsan,sedangkan satu tengki lagi
saya pasrahkan ke Pak Dukuh untuk didum ke warga yang membutuhkan," ujar Ratno di sesi penutupan
acara.

Acara Shubuh berjamaah kali ini juga menyuguhkan makanan untuk sarapan khas desa yaitu sego
gendong atau sego wungkus godong jati (nasi bungkus daun jati).

Saat acara makan sarapan bersama terlihat jamaah sangat antusias dan sangat menikmati sego gendong ini. Saat pembagian sego gendong, ternyata jumlah jamaah melebihi ekspektasi.

"Niki kirang mas, wonten seng mboten kebagian, lah njenengan mbeto pitung puluh limo je, niki
jamaahe seratusan langkung," ujar salah satu jamaah putr.

Lebih dari 100 orang hadir dalam Gerakan Shubuhh Berjamaah kali ini.

Bahkan untuk yang shaf putri sampai membuat shaf di area luar masjid.

Selain warga masyarakat, hadir pula Nuryanto selaku Kepala KUA Semanu, Suhadi Selaku Kepala desa
Pacarejo serta Sujaka mewakili tikoh masyarakat.

Masjid Al Hidayah merupakan masjid terakhir yang ada di Desa Pacarejo yang dikunjungi tim Gerakan Subuh Berjamaah dari Rumah Zakat.

Artinya semua masjid dan musala yang ada di Desa Pacarejo sudah dikunjungi. Selanjutnya Gerakan Subuh Berjamaah akan kembali mengunjungi masjid dan musala yang telah dikunjungi sebelumnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved