BREAKING NEWS : Massa Gerakan 24 September Gelar Aksi di Malioboro Tuntut Reforma Agraria

Gerakan 24 September (G24S) menggelar aksi demonstrasi di sepanjang jalan Malioboro

BREAKING NEWS : Massa Gerakan 24 September Gelar Aksi di Malioboro Tuntut Reforma Agraria
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Massa Gerakan 24 September saat berdemo menuntut reforma agraria di Jalan Malioboro, Selasa (24/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Massa dari Gerakan 24 September (G24S) menggelar aksi demonstrasi di sepanjang jalan Malioboro, Selasa (24/9/2019) siang.

Aksi ini dilakukan dalam rangka Hari Tani Nasional yang ke-59 tahun 2019 ini.

Aksi yang diikuti oleh puluhan orang ini mengawali aksi dari titik Parkir Abu Bakar Ali (ABA) dan melakukan longmarch sepanjang Jalan Malioboro.

Rencananya mereka akan berhenti dan berorasi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Mereka menyuarakan kekecewaannya terhadap pemerintah terkait masih tingginya konflik agraria di era pemerintahan Jokowi.

Dalam aksinya kali ini, mereka menuntut adanya reforma agraria.

"Kita mengingat bahwa sejak pembekuan UU PA 1960 dan stigmatisasi land reform di masa orde baru, reforma agraria terus menerus mengalami kebuntuan. Reformasi 1998 konflik agraria di Indonesia belum mendapat perlakuan khusus dari pemerintah," kata satu Koordinator Aksi, Ade Ardiyansah, kepada TribunJogja.com di sela aksi.

Menurut Ade, konflik agraria ini merujuk pada pertentangan klaim mengenai siapa yang berhak atas akses tanah antara kelompok rakyat dengan lembaga pemerintah atau badan usaha yang bergerak di bidang produksi, ekstraksi, konservasi dan lainnya.

Munculnya konflik agraria ini disebabkan oleh beragam masalah, salah satunya pemberian izin melalui surat keputusan pemerintah yang memberi izin pada badan usaha tertentu, dengan memasukkan tanah kepunyaan akses rakyat ke dalam konsesi-konsesi agraria atau pembangunan infrastruktur.

Munculnya kasus-kasus yang terjadi saat ini, kata Ade, tidak terlepas dari kepentingan penguasa dan pengusaha untuk membuka pasar yang seluas-seluasnya dan membuat mayoritas rakyat bergantung pada produk kebijakan mereka.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved