Gunungkidul

Tekan Angka Stunting, Pemkab Gunungkidul Lakukan 2 Upaya

Stunting merupakan indikator yang menunjukan kekurangan gizi kronis pada balita, terutama pada masa 1.000 hari kehidupannya.

Tekan Angka Stunting, Pemkab Gunungkidul Lakukan 2 Upaya
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya menekan jumlah penderita stunting dengan dua upaya.

Yang pertama adalah upaya spesifik, dan kedua adalah upaya sensitif.

Dari kedua upaya tersebut, masih dijabarkan lagi menjadi beberapa poin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati menjelaskan, ada beberapa langkah yang dilakukan dalam upaya spesifik yaitu pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri, kampanye ASI Eksklusif.

Keceriaan Pedagang dan Juragan Sayur Berjoget Ria di Grebek Pasar Isuzu Traga 2019 Magelang

"Upaya spesifik yaitu upaya yang dilakukan dari sektor kesehatan, sedangkan upaya sensitif dari sektor non kesehatan," katanya melalui siaran pers yang diterima Tribunjogja.com, Senin (23/9/2019).

Ia mejabarkan, ada beberapa langkah yang dilakukan dalam upaya sensitif yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Pendidikan melalui PAUD dan BKB, edukasi Kesehatan Remaja melalui sekolah, pencegahan pernikahan usia dini, keluarga berencana, pendidikan gizi masyarakat, pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan advokasi di tingkat kecamatan tentang stunting.

Dirinya menjelaskan, stunting merupakan indikator yang menunjukan kekurangan gizi kronis pada balita, terutama pada masa 1.000 hari kehidupannya, dihitung dari masa janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.

Persoalan stunting bukan sebatas tinggi tubuh yang kurang.

4 Kementerian Segera Lakukan Monev Penanganan Stunting di Kulon Progo

Akan tetapi juga berdampak buruk lainnya seperti tergangunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan metabolisme tubuh, dan berdampak pada jangka panjang yaitu penderita stunting dapat mengalami penurunan kognitif sehingga berpengaruh pada prestasi belajar.

"Angka stunting balita di kabupaten Gunungkidul pada tahun 2017 mencapai 20.60 %, sedangkan di tahun 2018 menurun menjadi 18.47 %," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved