Rusia Tak Tertarik Kembangkan Kapal Induk, Tapi Buat Senjata yang Mampu Tenggelamkan Kapal Musuh

Rusia Tak Tertarik Kembangkan Kapal Induk, Tapi Buat Senjata yang Mampu Tenggelamkan Kapal Musuh

Rusia Tak Tertarik Kembangkan Kapal Induk, Tapi Buat Senjata yang Mampu Tenggelamkan Kapal Musuh
AFP / CHRISTOS AVRAAMIDES
Foto bertanggal 28 Februari 2014, yang menunjukkan kapal induk milik Rusia, bernama Admiral Kuznetsov. 

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mencoba meyakinkan rakyat untuk tidak merasa khawatir dan bahwa pajak yang mereka bayarkan telah digunakan dengan sebaik-baiknya.

"Amerika Serikat menghabiskan banyak uang untuk membayar kontraktor militer swasta guna membangun kapal induk."

"Lalu, apakah Rusia benar-benar membutuhkan lima hingga sepuluh kelompok serang kapal induk? Mengingat kami tidak berniat menyerang siapa pun," kata Shoigu kepada surat kabar Rusia, dikutip Russian Times.

Cerita Horor KKN di Desa Penari Bakal Dibuat Film

"Kita membutuhkan cara yang bisa kita gunakan untuk melawan kelompok serangan kapal induk musuh jika negara kita diserang. Dan itu jauh lebih murah serta efisien," tambahnya.

Menteri Shoigu juga mengkritik Washington yang kerap membenarkan tindakan intervensi militernya di seluruh dunia dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat yang tinggal di negara yang menjadi sasarannya.

"Di negara-negara yang mereka tuju dengan 'membawa demokrasi', apakah lantas demokrasi berkembang (di negara itu)? Apakah itu Irak, Afghanistan, atau Suriah?" kata Shoigu.

"Dan yang pasti negara-negara itu bisa melupakan kedaulatan dan kemerdekaan mereka setelah Amerika terlibat," tambahnya.

Terduga Teroris yang Diamankan di Bekasi Berencana Ledakan Kantor Polisi

Menteri Shoigu mengatakan bahwa AS tampaknya masih belum kehilangan minatnya untuk menghancurkan negara lain, baik melalui intervensi militer maupun cara lainnya.

"Rekan-rekan negara Barat kami senang menuduh Rusia mengobarkan 'perang hibrida' atau apap pun itu. Saya katakan negara-negara Barat-lah yang sebenarnya melakukan peperangan hibrida," ujarnya.

"AS saat ini berencana meninggalkan Afghanistan dalam setengah reruntuhan, dan pada saat yang sama mereka bekerja keras untuk menggerakkan hal-hal di Venezuela, semuanya tentu saja demi 'kemenangan demokrasi'," tambahnya.

Pernyataan Shoigu tersebut mengacu pada upaya AS untuk menggulingkan pemerintahan di bawah Presiden Nicolas Maduro dengan mendukung oposisi Juan Guaido, yang mengklaim dirinya sebagai presiden sementara negara itu. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menhan Rusia: Kita Tak Butuh Kapal Induk, Melainkan Senjata untuk Melawan Kapal Induk Musuh", .

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved