Kriminalitas

Polresta Yogyakarta Bekuk 4 Pelaku Pengeroyokan di Mergangsan yang Tewaskan Seorang Pelajar

Seorang pelajar sebuah SMA di Yogyakarta meninggal usai dianiaya oleh sekelompok orang tidak dikenal, Minggu (22/9/2019) pukul 16.30 di Mergangsan.

Polresta Yogyakarta Bekuk 4 Pelaku Pengeroyokan di Mergangsan yang Tewaskan Seorang Pelajar
Tribun Jogja/ Andreas Desca
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, saat melakukan konferensi Pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (23/9/2019), terkait kasus pembacokan seorang siswa SMK di kota Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran Polresta Yogyakarta berhasil mengamankan empat pelaku penganiayaan EG (17).

Empat pelaku tersebut adalah NMA (18), PSP (17), LK (17), dan WD (16).

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, pelajar sebuah SMA di Yogyakarta tersebut meninggal usai dianiaya oleh sekelompok orang tidak dikenal, Minggu (22/9/2019) pukul 16.30 di Mergangsan.

Tidak hanya dianiaya menggunakan tangan dan kaki, EG juga ditusuk oleh seorang pelaku.

Keceriaan Pedagang dan Juragan Sayur Berjoget Ria di Grebek Pasar Isuzu Traga 2019 Magelang

EG meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit, diduga karena terlalu banyak mengeluarkan darah.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku penganiayaan.

Dari hasil indentifikasi, ia mengantongi sembilan nama pelaku penganiayaan.

" Kami melakukan penyelidikan di lapangan dan mengidentifikasi lima motor yang digunakan oleh para pelaku. Ada sembilan nama yang sudah kami kantongi. Empat pelaku sudah ditangkap. Tiga pelaku ditangkap Minggu (22/9/2019), WD pelaku utama (yang menusuk) sudah kami tangkap siang ini," katanya saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (23/9/3019).

Ia mengungkapkan bahwa pelaku penganiayaan seluruhnya adalah pelajar dan masih di bawah umur.

BREAKING NEWS : Polresta Yogyakarta Ringkus Para Tersangka Pembacokan Siswa SMK di Mergangsan

Dari sembilan pelaku, semuanya memiliki peran dalam penganiayaan.

Ada pelaku yang memukul dengan tangan, kaki, bahkan melakukan penusukan.

Pihaknya masih akan melakukan pengejaran pada pelaku lain yang saat ini masih belum ditemukan.

Meski masih berstatus sebagai pelajar, pihaknya akan tetap menindaktegas perbuatan pelaku.

Pelaku diancam dengan pasal 80 ayat 3 Undang-undang Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014, ancaman hukuman 15 tahun dan atau denda Rp 3 Miliar. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved