Yogyakarta

Mahasiswa Asal Berbagai Daerah di DIY Minta Ketegasan Pemerintah Soal Karhutla

Mereka menyampaikan keluhan dan tuntutan kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan penanganan karhutla.

Mahasiswa Asal Berbagai Daerah di DIY Minta Ketegasan Pemerintah Soal Karhutla
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah mahasiswa dari berbagai daerah di Yogyakarta yang wilayahnya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersuara menyampaikan keresahan yang diakibatkan oleh peristiwa tersebut.

Dengan berbagai bentuk ekspresi dan aksi, mereka menyampaikan keluhan dan tuntutan kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan penanganan karhutla.

Seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa asal Kalimantan Timur yang tergabung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KPMKT) Yogyakarta.

Kaum muda ini menampilkan tarian sebagai aksi perlawanan terhadap bencana karhutla yang melanda Kalimantan dan Sumatera.

Keceriaan Pedagang dan Juragan Sayur Berjoget Ria di Grebek Pasar Isuzu Traga 2019 Magelang

Aksi tersebut ditampilkan pada agenda Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera 2019 Dinas Kebudayaan DIY di Atrium Mal Malioboro Jumat, (20/9/2019).

"Tahun ini dengan mengerahkan kawan-kawan dari IMKMU (Ikatan Mahasiswa Kabupaten Mahakam Ulu) kami bermaksud menyuguhkan penampilan yang berbeda dari biasanya. kami menyertakan aksi sebagai simbol perlawanan asap karhutla,” kata Erfan Abdissalam, Ketua Umum KPMKT Yogyakarta dalam rilis yang diterima Tribunjogja.com.

Lewat penampilan itu, pihaknya meminta pemerintah maupun stakeholder terkait untuk peka dan peduli terhadap bencana asap akibat karhutla,baik di Kalimantan ataupun di Sumatera.

Selain tarian, ikut serta dibacakan puisi yang berisi kritik soal kondisi alam yang kian rusak serta harapan akan kualitas udara yang baik.

Jogja City Mall Galang Donasi untuk Korban Kabut Asap

“Aksi ini kami lakukan karena kami melihat banyak sekali duka yang dirasakan saudara kita yang terdampak karhutla karena kabut asap yang tiada henti. Tarian HaduiItaq Putung Do yang kami tampilkan menceritakan rutinitas berkesenian masyarakat suku Dayak yang ada di Mahakam Ulu yang menjadikan Mahakam Ulu bersatu. Tarian itu menceritakan keseharian seperti menyumpit, berperang, menari, dan berhudoq,” jelas seorang penampil, Mega Angelina.

Secara terpisah pada pekan lalu, Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta juga menyampaikan keresahan mereka soal bencana karhutla.

Halaman
123
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved