Pendidikan

SMA BOPKRI 2 Akan Gelar Festival Dolanan Tradisional

Kegiatan Festival Dolanan Tradisional BOPKRI akan dilaksanakan pada Minggu (2/11/2019) di SMA Bopkri 2 Yogyakarta.

SMA BOPKRI 2 Akan Gelar Festival Dolanan Tradisional
TRIBUNJOGJA.COM / Bunga Kartikasari
Panitia Penyelenggara Festival Dolanan Tradisional ketika berkunjung ke redaksi Tribun Jogja, Jumat (19/9/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Bunga Kartikasari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kegiatan Festival Dolanan Tradisional BOPKRI akan dilaksanakan pada Minggu (2/11/2019) di SMA Bopkri 2 Yogyakarta.

Tujuan diadakannya kegiatan itu adalah mengenalkan kembali dan melestarikan dolanan anak tradisonal yang mulai tergeser dengan permainan modern atau gadget.

"Sekarang lebih banyak anak bermain gadget, itu sebenarnya tidak baik untuk mata," ujar Paulus Kristiyanto, Ketua Panitia Penyelenggara Festival Dolanan Tradisional ketika berkunjung ke redaksi Tribun Jogja, Jumat (20/9/2019).

Kelurahan Patangpuluhan Adakan Festival Seni Budaya dan Dolanan Tradisional

Menurutnya, permainan tradisional mempunyai nilai-nilai penting untuk tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikisnya.

"Semakin tergesernya dolanan tradisional ini sebenarnya membuat masyarakat semakin was-was dengan kesehatan mata anak-anak yang selalu memandang gadget," tambahnya.

Ditambahkan Paulus, ide untuk membuat agenda ini muncul tatkala ia mendapatkan masukan dari beberapa warga termasuk dari gereja dan masyarakat Yogyakarta 

Kerajinan Dolanan Tradisional Buatan Mbah Atmo Wiyono Manfaatkan Limbah Kertas Bekas

"Mereka berpikir juga kenapa di Yogyakarta yang merupakan kota bersejarah dan berbudaya ini malah seperti dolanan-dolanan tradisional itu semakin menghilang. Malah anak-anak sekarang lebih memilih untuk bermain gadget," paparnya.

Dari situ, ia kemudian memiliki untuk menggelar agenda ini.

"Anak-anak perlu dibiasakan kembali seperti ini agar kultur berubah. Permainan tradisional yang mengangkat nilai moral perlu kita usung lagi, seperti dakon, bas-basan, nekeran, ingkling, dingklik oglak-aglik, gangsingan, egrang, bakiyak dan gobak sodor," jelasnya.

Tak lupa, untuk memeriahkan acara, ada sejumlah hadiah menarik berupa uang senilai Rp 50 Juta dan Tropi GKR Hemas serta grand prize satu buah motor.

"Biaya pendaftaran untuk individu hanya Rp 5 Ribu, sementara kelompok Rp 10 Ribu," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Bunga Kartikasari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved