Perang Timur Tengah Mengancam Australia, Cadangan BBM hanya Bertahan 3 Minggu

Ancaman akan adanya konflik lebih serius di Timur Tengah masih sangat tinggi dan hal tersebut turut mengancam pasokan BBM dunia, termasuk Australia

Perang Timur Tengah Mengancam Australia, Cadangan BBM hanya Bertahan 3 Minggu
IST
Kepulan asap tampak dari kilang minyak Saudi Aramco pascaserangan drone pada Sabtu (14/9/2019) dini hari 

TRIBUNJOGJA.COM - Lebih dari lima persen pasokan minyak dunia terganggu usai terjadinya serangan rudal terhadap fasilitas kilang minyak milik Aramco di Abqaiq dan Khurais.

Namun, Arab Saudi dengan segera memperbaiki kerusakan yang terjadi dan produksi sudah hampir kembali normal.

Meskipun demikian, ancaman akan adanya konflik lebih serius di Timur Tengah masih sangat tinggi dan hal tersebut turut mengancam pasokan minyak bumi ke Australia.

Amerika Serikat dan Arab Saudi mengisyaratkan adanya keterlibatan Iran dalam serangan terhadap fasilitas minyak tersebut.

Sementara itu, politisi garis keras AS dari Partai Republik sudah menyerukan perang terhadap Iran, namun Presiden Donald Trump mengatakan perang bukanlah opsi pertama.

Konflik terbuka di Timur Tengah tidak saja akan merusak infrastruktur perminyakan di kawasan tersebut, namun kerusakan yang lebih parah bisa terjadi.

Bila perang terjadi, Australia yang hanya memiliki cadangan minyak untuk tiga minggu akan mengalami masalah besar.

"Bila ada masalah besar, pasokan dan cadangan BBM sangat kecil dan pemerintah sendiri tidak memiliki cadangan minyak sama sekali," kata mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Australia, John Blackburn, kepada ABC.

Sebagai perwira yang pernah menjadi wakil kepala staf angkatan udara Australia, Blackburn sudah melakukan tiga kali penelitian mengenai keamanan pasokan BBM Australia. Halaman Selanjutnya

Menurut Blackburn, dalam waktu seminggu saja pasok BBM akan habis bila pasokan dari Timur Tengah terputus.

Angka dari pemerintah Australia sendiri menguatkan hal tersebut. Departemen Lingkungan dan Energi Australia mengatakan cadangan BBM yang dimiliki negara itu hanya 18 hari untuk bensin, 22 hari untuk diesel dan 23 hari utuk avtur pesawat.

Impor minyak Australia dari luar negeri mencapai angka 90 persen dari keseluruhan kebutuhan minyak dalam negeri itu. Sebagian besar berasal dari Timur Tengah. (Agni Vidya Perdana)

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu"
h

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved