Pendidikan

Ketercukupan Insinyur Lima Tahun ke Depan Diprediksi Masih Sedikit

Lima tahun ke depan, kebutuhan insinyur diperkirakan sekitar 280 ribu orang, tetapi yang baru tercukupi hanya sekitar 14%.

Ketercukupan Insinyur Lima Tahun ke Depan Diprediksi Masih Sedikit
istimewa
Yudisium Program Profesi Insinyur UNY Angkatan 2 Tahun 2019 di Rektorat, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Lima tahun ke depan, kebutuhan insinyur diperkirakan sekitar 280 ribu orang.

Akan tetapi yang baru tercukupi hanya sekitar 14%.

Hal ini menandakan bahwa ketercukupan kebutuhan insinyur masih sedikit.

Rektor UNY Sutrisna Wibawa dalam Yudisium Program Profesi Insinyur UNY Angkatan 2 Tahun 2019 di Rektorat UNY, Jumat (20/9/2019) mengungkapkan tantangan bangsa Indonesia untuk terus menghasilkan insinyur yang akan melaksanakan pembangunan cukuplah besar.

Keceriaan Pedagang dan Juragan Sayur Berjoget Ria di Grebek Pasar Isuzu Traga 2019 Magelang

"Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya sebuah proyek dimana membutuhkan insinyur maka akan dicari sesaat karena insinyur yang ada bekerja di berbagai proyek. Ini akan mengurangi kualitas dari proyek tersebut," terangnya.

Sutrisna menjelaskan, program Insinyur yang ada di UNY sendiri dibuka sesuai penugasan Persatuan Insinyur Indonesia Pusat.

Menurutnya tidak semua perguruan tinggi diberi amanah ini.

"Saat ini UNY telah membuka program profesi insinyur tahap 7. Harapannya UNY terus dipercaya masyarakat untuk melaksanakan program profesi insinyur. Rektor berpesan pada para insinyur yang baru agar selalu memegang teguh tiga hal yaitu keahlian, tanggung jawab dan kesejawatan dalam rangka pengembangan profesi," terangnya.

Mahasiswa UNY Kenalkan Metode Participatory Action Research

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY Margana mengatakan, program profesi insinyur hingga saat ini memiliki 46 orang mahasiswa.

Di tahun 2018 sendiri UNY telah meluluskan 26 mahasiswa dan tahun ini meluluskan sembilan mahasiswa.

Menurutnya dalam program profesi insinyur terdapat dua pola yaitu Recognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan pola Tatap Muka dengan jumlah 24 sks wajib tempuh yang terdiri dari mata kuliah diantaranya kode etik dan etika profesi insinyur, profesionalisme keinsinyuran serta seminar workshop dan diskusi.

"UNY hingga saat ini masih menggunakan pola RPL berbasis portofolio yang terdiri dari beberapa komponen diantaranya pendidikan formal, organisasi profesi, pengalaman dalam pekerjaan manufaktur dan industri serta karya tulis bidang keinsinyuran yang dipublikasikan," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved