Pendidikan

GSM Berkomitmen Membawa Sekolah Pinggiran ke Level Global

Kesenjangan yang terjadi di antara masyarakat Indonesia kini tidak melulu menyangkut perkara ekonomi dan sosial, tetapi juga pendidikan.

GSM Berkomitmen Membawa Sekolah Pinggiran ke Level Global
Istimewa
Kunjungan Menteri Pendidikan Victoria, Australia, ke SMP Negeri 2 Sleman dalam rangka belajar lebih jauh tentang Gerakan Sekolah Menyenangkan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menteri Pendidikan Victoria, Australia, James Merlino beserta Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) mengunjungi SMPN 2 Sleman dalam rangka meninjau contoh sekolah yang sudah menerapkan GSM.

Kesenjangan yang terjadi di antara masyarakat Indonesia kini tidak melulu menyangkut perkara ekonomi dan sosial, tetapi juga pendidikan.

Jika membandingkan keberadaan sekolah-sekolah mahal yang jadi unggulan dengan sekolah pinggiran non-favorit, tentu kesenjangan itu akan terasa.

Disdikpora DIY Sarankan Selipkan Pendidikan Antikorupsi dalam Semua Mata Pelajaran

Sekolah favorit selalu didukung dengan infrastruktur mewah, guru-guru pengajar yang lebih berpengalaman, lalu disusul oleh masuknya murid-murid yang sudah lebih dulu ada di atas rata-rata.

Sementara itu, sekolah pinggiran harus berjuang keras untuk sekadar bertahan hidup.

Founder GSM Muhammad Nur Rizal, mengatakan sekolah-sekolah pinggiran memiliki potensi yang tak kalah dari sekolah favorit.

"Lokasi yang terpencil, sekolah yang kecil, atau status non-favorit tidak seharusnya menjadi penghambat dalam platform pendidikan Indonesia. Mereka justru tidak terlalu punya beban mental untuk mengadopsi hal-hal baru seperti perubahan mindset dan orientasi pendidikan di era digital ini,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (20/9/2019).

Orasi Ilmiah Sri Sultan HB X: Pendidikan Khas Ke-Jogja-an Kedepankan Konsep Pertumbuhan Anak

Sekolah-sekolah non unggulan akan lebih gesit mendisrupsi dirinya sendiri untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang memerdekakan dan memanusiakan.

Dampaknya, para siswa akan mampu menggali minat, bakat, serta potensi utuhnya yang selama ini terabaikan.

GSM sebagai gerakan akar rumput di bidang pendidikan berupaya untuk terus mengubah kesenjangan ini.

Dalam prosesnya, GSM mengkolaborasikan praktik baik pendidikan global dengan potensi tak terbatas sekolah pinggiran di Indonesia.

Dengan memprioritaskan sekolah pinggiran, GSM turut ingin menegaskan pemenang dalam persaingan di era disrupsi ini adalah sekolah yang gesit, fleksibel, dan mau bekerja sama.

Sistem Pakar dalam Revolusi Manajemen Pendidikan

"Harapnnya, dengan meluaskan gerakan ini, ketimpangan kualitas pendidikan yang selama ini kasat mata pun pelan-pelan akan terkikis oleh transformasi akar rumput," kata dia

Sementara itu, Menteri Pendidikan Victoria, Australia James Merlino mengaku tertarik pada GSM yang mampu menerapkan prinsip pendidikan taraf global di sekolah marjinal di Indonesia.

“Tidak menutup kemungkinan, framework dan metodologi yang diterapkan oleh GSM ini dapat diadopsi di negara berkembang lainnya,seperti India dan Singapura," jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved