Gapoktan Parangtritis Dukung Kebijakan Suharsono, ASN Diminta Beli Bawang Merah dari Petani Lokal

Kebijakan dari Pemerintah Bantul yang berpihak kepada petani sangat dinantikan para petani bawang merah

Gapoktan Parangtritis Dukung Kebijakan Suharsono, ASN Diminta Beli Bawang Merah dari Petani Lokal
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Diskusi penguatan petani di Balai Desa Parangtritis yang diikuti oleh Gapoktan Paris Makmur. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Parangtritis Kecamatan Kretek mendukung kebijakan Bupati Suharsono, yang meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) agar membeli produk Bawang Merah dari petani lokal.

Kebijakan itu dinilai sudah tepat karena berpihak kepada petani.

"Kami merasa kebijakan dari Pak Bupati itu berpihak kepada petani. Harapnya pasar kaget di depan Pemda akan ada lagi. Selama harga masih rendah kami berharap supaya terus dilakukan," kata Ngadiso, Ketua Gapoktan Paris Makmur Desa Parangtritis, dalam diskusi penguatan petani di Balai Desa Parangtritis, Kamis (19/9/2019) malam.

Ketika harga jual Bawang Merah sedang anjlok, menurut Ngadiso, kebijakan dari Pemerintah Bantul yang berpihak kepada petani sangat dinantikan. 

Ia menilai, semenjak ada pasar kaget di depan kantor Bupati Bantul, harga bawang merah di tingkat petani perlahan mulai merangkak naik.

Saat ini, harga bawang merah kualitas rendah ada di level Rp8.000 per kilogram dan tertinggi di kisaran Rp15.000/ kilogram.

Sedangkan kualitas medium sudah di angka Rp9.000 - Rp 9.500/kilogram.

Harga tersebut menurut dia sudah melampaui ambang batas modal yang dikeluarkan petani atau BEP [Break Even Point] yakni Rp 8.000/kilogram.

"Jadi sekarang petani sebenarnya sudah untung tapi dikit," jelasnya.

Ngadiso melanjutkan, Gapoktan Paris Makmur terdiri dari 11 kelompok tani dengan masing-masing kelompok anggotanya sekitar 250 orang petani.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved