YIA Ditarget Datangkan 1 Juta Turis Mancanegara ke Candi Borobudur. 7 Kali Lipat dari Adisutjipto

Sekarang total wisatawan yang masuk Yogyakarta direct (langsung) lewat Bandara Adisutjipto sekitar 150 ribu dan 1 juta itu cuma 7 kali lipatnya. Harus

YIA Ditarget Datangkan 1 Juta Turis Mancanegara ke Candi Borobudur. 7 Kali Lipat dari Adisutjipto
Tribun Jogja/Suluh Prasetyo
Nikmati sajian Harian Tribun Jogja hari ini 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kementerian Pariwisata menargetkan sejuta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Candi Borobudur melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada 2020. Anggaran hingga Rp3 triliun telah disiapkan pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan promosi pariwisatanya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan pemerintah pusat menyediakan anggaran Rp2,1 triliun untuk pengembangan infrastruktur pendukung Borobudur sebagai satu di antara lima destinasi super prioritas pariwisata. Selain itu juga ada dukungan anggaran lain untuk promosi dan insentif dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) sehngga diperkirakan ada anggaran hingga Rp3 triliun. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah selain untuk penyelesaian infrastuktur dan utilitas dasar pada 2020.

"Hari ini kita tetapkan, 2020 kunjungan wisman melalui YIA ini kita proyeksikan 1 juta. Harus ada 1 juta wisman. Sekarang total wisatawan yang masuk Yogyakarta direct (langsung) lewat Bandara Adisutjipto sekitar 150 ribu dan 1 juta itu cuma 7 kali lipatnya. Harus berhasil," kata Arief di sela focus group discussion (FGD) 'Meraih 1 Juta Wisman ke DSP Borobudur Melalui Pengembangan Aksesbilitas Bandara YIA', Rabu (18/9) di area Boarding Lounge Bandara YIA, Kulon Progo.

Menurutnya, pariwisata Yogyakarta selama ini terkendala oleh masalah serius berupa kepadatan penerbangan di Bandara Adisutjipto di tengah terbatasnya kapasitas bandara tersebut. Bandara itu hanya berkapasitas 1,6 juta penumpang namun kini harus melayani hingga 8,4 juta penumpang. Pesawat yang akan mendarat kerap kali harus mengalami holding time (waktu tunggu pendaratan) hingga 30 menit dan mesti berputar-putar dulu di angkasa. Kondisi itu menurut Arief menjadi maslah serius bagi promosi pariwisata.

Berita selengkapnya di edisi cetak Tribun Jogja hari ini. (*)

Penulis: ing
Editor: wid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved