Yogyakarta

Majelis Hakim Tetap Himbau Gugatan 9 Atlet Kota Yogyakarta Diselesaikan Secara Damai

Pada proses persidangan majelis hakim berulang kali menghimbau kedua belah pihak agar masalah diselesaikan lewat jalur damai.

Majelis Hakim Tetap Himbau Gugatan 9 Atlet Kota Yogyakarta Diselesaikan Secara Damai
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Penasihat hukum sembilan atlet Kota Yogyakarta, Bastari Ilyas, saat memberi keterangan kepada wartawan di PN Yogyakarta, Kamis (19/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Persidangan mengenai gugatan sembilan atlet Kota Yogyakarta yang dinyatakan tak lolos verifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019, kembali berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, pada Kamis (19/9/2019) siang.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, sebelumnya, sembilan atlet dari beberapa cabang olahraga (cabor) itu, dilarang ikut serta dalam multi sport event tingkat provinsi ini, karena dianggap tak memenuhi persyaratan mutasi, atau perpindahan yang aturannya telah ditetapkan KONI DIY.

Kesembilan atlet tersebut yakni Bagus Tri Atmodjo, Feby Widianto, serta Okta Berti Hardianti (sepakbola), lalu Gabriel Titto Batistuta (sepatu roda), Mochammad Zamroni, Rori Adiyanto (Judo) Vito Wardana, Krisna Harimuti (renang) dan Rahma Annisa (atletik). 

Meriahnya Hari Kedua Grebek Pasar Isuzu Traga di Pasar Suko Sewukan Magelang

Penasihat hukum sembilan atlet, Bastari Ilyas berujar, pada proses persidangan dengan agenda pembacaan gugatan itu, majelis hakim berulang kali menghimbau kedua belah pihak, baik penggugat, serta tergugat, agar masalah diselesaikan lewat jalur damai.

"Meski mediasi kemarin sudah gagal, hakim selalu menghimbau, supaya masalah ini diselesaikan secara damai, kalau bisa ya sebelum keputusan keluar. Ini kan beda dengan kasus lain, terkait olahraga yang lekat dengan sportivitas," katanya.

Namun, Bastari memastikan tidak mempermasalahkan jika selaku tergugat, atau dalam hal ini KONI DIY, tetap bersikukuh dengan keputusannya.

Porda DIY 2019: Kontingen Sleman dan Kota Yogya Berbagi Emas di Cabang Olah Raga Voli Indoor

Terlebih, tiga dari sembilan atlet yang mengajukan gugatan, sudah tertutup kemungkinan untuk berlaga di Porda DIY.

Benar saja, Mochammad Zamroni, Rori Adiyanto dan Rahma Annisa harus memendam dalam-dalam angan bertanding, karena pertandingan di cabor judo dan atletik telah selesai beberapa waktu lalu.

Ya, beberapa cabor memang digulirkan lebih awal, lantaran masalah jadwal.

"Tapi, itu tidak masalah ya, karena kami tidak hanya memperjuangkan atlet agar bisa tampil di Porda DIY saja. Ya, melalui persidangan ini kamu juga akan menguji beberapa hal nantinya," ucap Bastari.

Porda DIY 2019 : Kontingen Kota Yogyakarta dan Gunungkidul Dominasi Cabor Voli Pasir

Yakni, gugatan soal Surat Keputusan nomor 15 panitia Porda DIY 2019, tentang verifikasi entry by name, serta pembatalan peraturan KONI DIY nomor 13 tahun 2019, tentang mutasi atlet, dalam rangka Porda DIY 2019.

Kemudian, terkait keputusan dari BAORI DIY.

"Kalau mau riset ya, banyak pemain-pemain basket Kota yang pindah ke Bantul tanpa mutasi, itu ngomong sendiri atletnya sama saya. Harusnya kan survei dulu sebelum memutuskan. Semuanya lah, satu per satu diperiksa," tambahnya.

"Karena itu, bisa jadi atlet-atlet kami akan mengajukan gugatan ganti rugi juga nantinya, lantaran hak mereka untuk bermain di Porda ini diambil. Tapi, itu nanti ya, satu-satu lah," pungkas Bastari. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved