Sumur Bor di Karanganyar Sedalam 125 Meter Keluarkan Air Asin
Sumur bor sedalam 125 meter di Dukuh, Desa Krendowhono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar mengeluarkan air asin.
TRIBUNJOGJA.COM - Sumur bor sedalam 125 meter di Dukuh, Desa Krendowhono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar mengeluarkan air asin.
Rencananya, sumur bor tersebut dibangun untuk mengatasi krisis air bersih yang menimpa warga setiap kali memasuki musim kemarau.
Pengeboran sumur bor ini bermula saat sumur bor bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPURP) Karanganyar di Desa Krendowahono mengalami kerusakan.
Pihak Pemerintahan Desa kemudian mengajukan permohonan bantuan pembuatan sumur bor di wilayah Dukuh Dukuh Desa Krendowahono.
Adapun pengeboran sumur, bantuan dari Baznas Karanganyar tersebut telah dilakukan sejak bulan lalu.
Dikarenakan faktor geografis dan teknis, pengeboran harus berpindah tempat dan dilakukan di titik kedua yang jaraknya sekitar 3 meter dari titik pertama.
• Dipicu Masalah Sepele, Remaja di Bekasi Nekad Tusuk Ayah Tirinya Hingga Tewas
• Intip Sendang Beji di Gunungkidul yang Tak Pernah Kering Saat Musim Kemarau
Lebih lanjut, pengeboran di titik kedua telah dilakukan sejak Kamis (12/9/2019).
"Pengeboran sudah selesai, kedalaman sekitar 125 meter.
Kemarin dicoba disedot pukul 13.00 sampai maghrib, terus dimatikan. Kemudian dihidupkan lagi sampai pukul 24.00 malam.
Mau dilanjutkan mesin rusak.
Air yang keluar asin," kata Kades Krendowahono, Syarif Hidayat saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (18/9/2019).
Ia mengatakan, sampai saat ini proses penyedotan terpaksa berhenti karena mesin yang digunakan rusak.
"Kemungkinan dibelikan baru, kalau diperbaiki waktunya lama.
Fokus ke pengurasan, supaya kandungan air paling bawah bisa naik ke atas.
Rencananya warga, mesin pompa yang lama dialihkan untuk pengairan sawah," terangnya.
Syarif mengungkapkan, anggaran bantuan pembuatan sumur bor dari Baznas sebesar Rp 80 juta.
• Misterius, Arkeolog Temukan iPhone Saat Menggali Makam Kuno Berusia 2.137 Tahun
Akan tetapi dari uang tersebut sudah digunakan untuk pengeboran, pembelian pipa, mesin pompa dan lain-lain sebesar Rp 28 juta.
"Kemungkinan terburuk pindah tempat lagi apabila air yang keluar tidak layak konsumsi. Memaksimalkan anggaran dari bantuan Baznas," tuturnya.
Sampai saat ini masih dilakukan pengecekan kenapa air yang keluar rasanya asin.
Perlu diketahui sebelumnya, guna memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga setempat memanfaatkan bantuan air bersih dari beberapa pihak sudah sebulan lamanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Sumur Bor di Krendowahono Gondangrejo Karanganyar, Keluarkan Air Asin, .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sumur-bor-di-karanganyar-sedalam-125-meter-keluarkan-air-asin.jpg)