Yogyakarta

Rayakan 8 Tahun Berkiprah di Industri Fashion, Lulu Lutfi Labibi Gelar Fashion Show dan Pameran

Judul “Sewindu Bercerita” dipilih karena dalam tiap koleksinya, Lulu selalu mengangkat cerita sederhana yang dekat dengan kesehariannya.

Rayakan 8 Tahun Berkiprah di Industri Fashion, Lulu Lutfi Labibi Gelar Fashion Show dan Pameran
istimewa
Desainer Lulu Lutfi Labibi menggelar fashion show koleksi Spring/Summer 2020 bertajuk “Sewindu Bercerita” di JNM (Jogja National Museum), Yogyakarta, pada Sabtu, 14 September 2019. 

TRIBUNJOGJA.COM – Desainer Lulu Lutfi Labibi menggelar fashion show koleksi Spring/Summer 2020 bertajuk “Sewindu Bercerita” di JNM (Jogja National Museum), Yogyakarta, pada Sabtu, 14 September 2019.

Fashion show yang disertai pameran karya selama satu pekan ini diselenggarakan untuk merayakan delapan tahun kiprah Lulu Lutfi Labibi dalam industri mode.

“Bagi saya, perayaan ‘Sewindu Bercerita’ ini adalah momen syukuran dan doa bersama untuk merayakan rasa syukur, bahwa perjalanan berkarya selama delapan tahun ini telah memberikan banyak sekali pelajaran hidup dengan segala gelap dan terangnya,” ujarnya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Judul “Sewindu Bercerita” dipilih karena dalam tiap koleksinya, Lulu selalu mengangkat cerita sederhana yang dekat dengan kesehariannya, sehingga narasi yang ia angkat menjadi tidak berjarak bagi penikmatnya.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Koleksi “Sewindu Bercerita” merangkum delapan tahun karir Lulu dalam 70 looks.

Seluruh looks menggunakan motif-motif lurik dan batik yang telah Lulu ciptakan,seperti Baur Rupa, Duka Luruh, dan Langit Senja.

“Dalam Sewindu Bercerita, saya mengolah perca lurik dan batik yang tidak pernah saya buang dan saya kumpulkan selama delapan tahun. Perca lurik dan batik dipotong kemudian ditenun kembali dengan benang pakan dan lungsi, yang dikerjakan tangan dalam proses menenun ATBM (alat tenun bukan mesin),” katanya.

Selain fashion show, Lulu Lutfi Labibi juga menyelenggarakan pameran karya dengan art director Santi Indieguerrillas.

Pameran akan berlangsung di JNM (Jogja National Museum) dari tanggal 15 – 20 September 2019.

Jadi Desainer untuk Menginspirasi Orang Lain

Medium pameran dipilih untuk meruangkan karya-karya Lulu selama delapan tahun yang dibagi ke tiap ruangan di lantai pertama Jogja National Museum.

Kolaborasi dengan Indieguerrillas sendiri pertama kali dijalin pada tahun 2015 dalam karya “Petruk Jadi Supermodel” yang dipamerkan di ARTJOG 2015.

Selama delapan tahun karirnya, Lulu Lutfi Labibi telah menciptakan berbagai karya.

Setelah beberapa koleksi awal, Lulu mulai menciptakan karya yang lebih personal dalam “Jantung Hati” (2015).

Karya Lulu selanjutnya adalah “Gedangsari Berlari” (2016); “Hypecyclus”, sebuah kolaborasi dengan Indieguerillas (2017); “Perjalanan” (2017), “Tirakat” (2017), “Persimpangan” (2018), “Tepian” (2019), dan “Murakabi” (2019).

“Buat saya, menyatukan perca adalah cara menenun kenangan menjadi gulungan kain agar bisa saya bagi kepada semua orang yang memakainya,” tutupnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved