Yogyakarta

BI DIY Kumpulkan hingga Rp 100 Juta Uang Lusuh Per Hari

Pakabul merupakan program yang diinisiasi oleh BI KPw DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas uang tunai yang beredar di pasar.

BI DIY Kumpulkan hingga Rp 100 Juta Uang Lusuh Per Hari
via tribunjabar.id
Ilustrasi uang 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) DIY terus berupaya mengoptimalkan program Pasar Kawasan Bebas Uang Lusuh (Pakabul) yang telah diluncurkan sejak Mei 2019 lalu.

Pihak BI KPw DIY bekerjasama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta juga menggalakkan monitoring dan evaluasi untuk menekan peredaran uang lusuh di Pasar Beringharjo.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Kepala BI KPw DIY, Hilman Tisnawan menjelaskan, Pakabul merupakan program yang di inisiasi oleh BI KPw DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas uang tunai yang beredar di pasar.

Sebagai pilot project, KPw BI DIY, Pemerintah Kota, dan Perbankan membentuk Agen Pemburu Uang Lusuh (APUL) yang berkeliling di Pasar Beringharjo setiap hari Senin hingga Jumat.

Pihaknya mengimbau apabila terdapat transaksi jual beli yang menggunakan uang lusuh, diharapkan uang lusuh tersebut disimpan oleh pedagang dan kemudian ditukarkan kepada APUL.

Dengan demikian diharapkan uang lusuh tidak lagi beredar di Pasar Beringharjo

APUL tersebut tidak hanya berasal dari BI KPw DIY namun juga dari kalangan perbankan di wilayah setempat.

What The Fart, Kompetisi Kentut Berhadiah Uang Tunai, Dinilai dari Panjang dan Melodinya!

Pada awal peluncurannya, Pakabul dilaksanakan bekerjasama dengan PT Bank Mandiri dan PD BPR Bank Jogja.

Namun pada Agustus 2019 PT BRI dan PT BPD DIY bergabung dalam program ini untuk memperkuat efektivitas program Pakabul mengingat besarnya potensi uang lusuh yang beredar.

“Skala kelusuhannya dari 1-16. Kalau 1 tingkat kelusuhan uangnya yang paling tinggi dan skala 16 merupakan uang hasil cetak sempurna,” jelas Hilman, Rabu (18/9/2019).

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved