Yogyakarta

Mengintip Tradisi Jamasan Kereta Keraton Yogyakarta

Kereta tersebut dimandikan dengan air kembang yang sudah dipersiapkan, kemudian dibasuh menggunakan kain mori dan juga digosok dengan jeruk nipis.

Mengintip Tradisi Jamasan Kereta Keraton Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Abdi dalem sedang melaksanakan Jamasan Kereta di Museum Kereta Keraton Yogyakarta, Selasa (17/9/2019). 

Laporan Reporter Magang Tribunjogja.com, Septian Andri Prabowo

TRIBUNJOGJA.COM - Jamasan merupakan sebuah satu dari beberapa upacara adat yang sudah berjalan selama ratusan tahun silam.

Ada berbagai jamasan yang dikenal masyarakat.

Satu di antaranya adalah jamasan kereta.

Jamasan kereta adalah tradisi memandikan kereta yang digunakan oleh kerajaan keraton dari keturunan pertama hingga sekarang, Selasa (17/9/2019).

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Acara jamasan ini digelar pada Bulan Suro, tepatnya Selasa Kliwon di Museum Kereta Keraton Yogyakarta yang disaksikan oleh masyarakat sekitar dan wisatawan.

Satu di antaranya adalah Suyetno (55), seorang ibu asal dari Wonosobo.

“Memang sengaja datang ke sini untuk mendapat berkah, kesehatan dan murah rejeki pada juru kunci keraton nantinya,” ujarnya pada Tribunjogja.com.

Tradisi keraton ini mampu menarik perhatian masyarakat karena mengandung banyak makna kebaikan.

Dari pantauan Tribunjogja.com, proses jamasan dimulai dengan berdoa terlebih dahulu dengan pembakaran menyan yang disekelilingi oleh abdi dalem keraton.

Halaman
123
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved