Yogyakarta

Kereta Kraton Yogyakarta Tertua Ditarik Delapan Kuda, Didatangkan dari Eropa

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar Jamasan Pusaka di Kompleks Museum Kereta Kraton Jalan Rotowijayan Yogyakarta, Selasa (17/9/2019).

Kereta Kraton Yogyakarta Tertua Ditarik Delapan Kuda, Didatangkan dari Eropa
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah abdi dalem Kraton Yogyakarta membersihkan Kereta Kanjeng Nyai Jimat di sisi selatan Kompleks Museum Kereta Kraton, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar Jamasan Pusaka di Kompleks Museum Kereta Kraton Jalan Rotowijayan Yogyakarta, Selasa (17/9/2019).

Pantauan Tribunjogja.com dilokasi, kereta yang di jamas atau dibersihkan adalah Kereta Kanjeng Nyai Jimat dan Kereta Kanjeng Kiai Jolo Doro.

Prosesi Jamasan Pusaka dilaksanakan pada Selasa Kliwon di bulan Sura (Muharram) setiap tahunnya.

Kereta Kanjeng Nyai Jimat merupakan kereta kencana tertua yang dimiliki oleh Kraton Yogyakarta.

Melihat dari Dekat Prosesi Jamasan Kereta Pusaka Kraton Yogyakarta

Kereta ini dipakai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada 1755 -1792 masehi hingga Sri Sultan Hamengku Buwono III pada tahun 1812 -1814

Kereta tersebut dimasanya merupakan kereta paling mewah yang ada di tanah Jawa.

Kereta yang telah berumur ratusan tahun tersebut saat masih digunakan ditarik oleh delapan kuda sekaligus.

Konon menurut cerita leluhur kereta mewah tersebut dibuat di Eropa dan didatangkan di masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Kraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman Gelar Gladi Bersih Jelang Festival Keraton Nusantara XIII 2019

"Kalau menurut pendahulu ya, konon kereta itu didatangkan dari Portugis," ujar Konco Abdi Dalem Roto, Mas Wedana Roto Diwiryo, pada Tribunjogja.com, Selasa (17/9/2019).

Kereta Kanjeng Nyai Jimat selain merupakan kereta tertua juga merupakan salah satu kereta terbesar yang saat ini berada di Komplek Museum Kereta Kraton Yogyakarta.

Kereta itu juga digunakan melaksanakan kegiatan kerajaan seperti untuk penobatan raja dan agenda-agenda besar kerajaan lainnya.

"Pada masa Hameng Kubuwono ke-IV, kereta sudah mulai sepuh dan dirawat di museum ini. Apalagi kereta baru juga telah banyak di produksi," ujarnya.

Diketahui, dalam kompleks museum Kereta Kraton Yogyakarta sendiri saat ini tersimpan 23 kereta Kraton.

"Sekitar limapuluh persen diantaranya masih ada yang bisa dipakai untuk hajad dalem," jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved