Bisnis

Ingin Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Tujuh Asosiasi Konstruksi Jalin Sinergi

Sebanyak tujuh asosiasi jasa nasional yang bergerak di bidang konstruksi menggelar deklarasi kerja bersama di H Boutique Hotel Yogyakarta, Selasa (17/

Ingin Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Tujuh Asosiasi Konstruksi Jalin Sinergi
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Tujuh asosiasi jasa nasional yang bergerak di bidang konstruksi menggelar deklarasi kerja bersama di H Boutique Hotel Yogyakarta menyongsong UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak tujuh asosiasi jasa nasional yang bergerak di bidang konstruksi menggelar deklarasi kerja bersama di H Boutique Hotel Yogyakarta, Selasa (17/9/2019).

Ketujuh asosiasi ialah Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas), Himpunan Perusahaan Terintegrasi Indonesia (Hipti), Gabungan Tenaga Teknik Indonesia (Gattindo), Asosiasi Kontraktor dan Perusahaan Elektrikal Indonesia (Askaperin), Asosiasi Keselamatan Kesehatan Kerja Konstruksi dan Lingkungan (AK4L), Himpunan Ahli Teknik Kontruksi Indonesia (Hatsindo), Asosiasi Konsultan Indonesia (Askonindo).

Ketua Umum DPP Askonas Rahmatullah mengatakan deklarasi kesepakatan bersama ini sebagai langkah memenuhi aturan terkait Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang tertuang dalam UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ilmuwan akan Rekonstruksi Wajah Vampir Wanita dari Abad 18

"Saat ini aturan mengenai konstruksi jauh lebih maju dan lebih baik. Usaha konstruksi saat ini tidak bisa abal-abal lagi. Makanya kita jalin kerjasama sehingga masing-masing jasa konstruksi di bawah asosiasi ini bisa memiliki badan usaha yang memiliki akreditasi dan lisensi resmi sesuai peraturan perundang-undangan," katanya kepada media.

Hadirnya kerjasama ini tentunya membuka pintu gerbang bagi pemilik usaha konstruksi untuk memenuhi aturan serta mematuhi standarisasi badan usaha sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Jasa konstruksi saat ini, dikatakan Rahmatullah, harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri termasuk di wilayah Kota/Kabupaten hingga Kampung/Desa masing-masing usaha.

Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong pengusaha jasa konstruksi dalam tujuh asosiasi ini untuk bersama-sama meningkatkan kualitas baik SDM-nya, peralatan, tenaga ahlinya hingga masalah legalitas yakni badan usahanya.

"Kita juga mendorong pengusaha jasa konstruksi ini bisa berstandar internasional," tandasnya.

Pekerjaan Konstruksi Tol Bawen-Yogyakarta dan Solo-Yogyakarta Dilaksanakan Awal Tahun Depan

Pihaknya optimis, hadirnya kerjasama ini akan membuka ruang dan kesempatan bagi pengusaha jasa konstruksi untuk bersaing dengan perusahaan jasa konstruksi besar tanah air bahkan perusahaan internasional.

Sementara itu, Ketua Komite Pengembangan Kontrak Konstruksi, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional, Husni Ingratubun mengapresiasi langkah asosiasi yang melakukan kerjasama ini.

Pihaknya optimis kerjasama ini akan menumbuhkan persaingan sehat di dunia konstruksi tanah air sehingga tercipta pembangunan infrastruktur dan konstruksi yang bermaslahat bagi masyarakat dan negara.

"Ini sesuatu hal yang sangat positif karena membuka peluang persaingan yang sehat baik pengusaha konstruksi berskala kecil, menengah, besar bahkan internasional," tambahnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved