Kota Yogya

12,4 Persen Sekolah di Kota Yogya Sudah Masuk Kategori SRA

Keberadaan SRA benar-benar membuat anak nyaman dan terpenuhi haknya saat bersekolah di SRA.

12,4 Persen Sekolah di Kota Yogya Sudah Masuk Kategori SRA
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat memberikan arahan dalam Sosialisasi Sekolah Ramah Anak, Senin (16/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekolah Ramah Anak (SRA) diharapkan menjadi level tertinggi predikat yang didapatkan sekolah.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat kegiatan Sosialiasasi SRA yang melibatkan perwakilan sekolah di Kota Yogyakarta di Ruang Bima Kompeks Balaikota Yogyakarta, Senin (16/9/2019).

Saat ini, Heroe mengatakan bahwa terdapat 442 sekolah di Kota Yogyakarta mulai jenjang TK, SD, dan SMP.

Dari total tersebut, yang sudah masuk kategori SRA sebanyak 55 sekolah atau 12,4 persen dari total sekolah yang ada.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

"Kita ingin memperbanyak jumlah SRA. Targetnya tambah 176 lagi sehingga capaian tahun depan total SRA sudah bisa 50 persen dan tahun 2021 targetnga semua sekolah," urainya.

Tapi tidak sekadar label, Heroe menekankan bahwa keberadaan SRA benar-benar membuat anak nyaman dan terpenuhi haknya saat bersekolah di SRA.

"Besok diharapkan ada award untuk memberikan motivasi agar sekolah-sekolah menyiapkan diri menjadi SRA terbaik," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa setelah sekolah mengadopsi nilai-nilai penting dalam SRA, maka selanjutnya yakni pembinaan dari pihak Pemerintah Kota Yogyakarta dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta yang dilanjutkan dengan deklarasi.

Cara Pemkab Bantul Sejahterakan Anak Yatim Piatu

"Target paling tinggi bukan SRA sebagai inisiasi setiap sekolah juga harus menjadi Sekolah Inklusi, Sekolah Tangguh Bencana, Sekolah Adiwiyata, dan SRA. Jadi untuk memperoleh kategori SRA kalau Sekolah Inklusi sudah masuk, Sekolah Tangguh Bencana sudah masuk, Sekolah Adiwiyata sudah masuk. SRA kategori tertinggi," bebernya.

Hal itu lanjutnya, untuk menjamin anak bersekolah di lingkungan yang paling nyaman dalam mengembangkan keterampilannya, baik dari kemampuan mengantisipasi bencana maupun sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

"Sekolah sedang kita dorong harus menjadi Sekolah Tangguh Bencana. Jadi anak-anak bisa menyelamatkan diri ketika terjadi bencana. Saat ini di Kota Yogyakarta sudah ada 110 Kampung Tangguh Bencana dari keseluruhan 170 kampung. Selain itu, sekolah juga harus menyediakan permainan yang tidak mencederai, luasannya cukup, sehingga dapat mengembangkan passionnya," urai Heroe.(*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved