Berita PSS Sleman

Terkendala di Bursa Transfer, Pelatih PSS Tetap Syukuri Skuat 'Seadanya'

Terkendala di Bursa Transfer, Pelatih PSS Tetap Syukuri Skuat 'Seadanya'

Terkendala di Bursa Transfer, Pelatih PSS Tetap Syukuri Skuat 'Seadanya'
Media Officer Semen Padang
Mohammad Sidik Saimima (baju putih) berebut bola dengan gelandang Semen Padang Yu Hyunkoo (baju merah). Pada laga yang digelar, Jumat (13/9/2019 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, PSS Sleman menang dengan skor tipis 0-1 atas tuan rumah melalui gol Sidik Saimima. 

TRIBUNJOGJA.COM - Deadline bursa transfer paruh musim Liga 1 2019 semakin dekat. Sehari jelang penutupan jendela transfer pada 16 September 2019, aktivitas belanja tim PSS Sleman masih juga adem ayem.

Hingga kini, PSS baru mendatangkan eks fullback Timnas U-22, Samuel Christianson Simanjuntak, kemudian penjaga gawang Sriwijaya FC, Alex Sander.

Di samping itu, penyerang muda Saddam Emiruddin dipromosikan menuju tim senior dari skuat U-18 akademinya.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, mengakui sejak awal kompetisi pihaknya mengalami kesulitan berarti dalam merekrut penggawa yang masuk dalam incaran.

KLASEMEN LIGA 1: Ini Posisi Bali United, Persib Bandung dan Kejutan PSS Sleman

Dirinya pun tidak menampik, kendala keuangan cukup menghambat pergerakan di bursa transfer.

"Kami dari awal kesulitan merekrut pemain incaran ya. Artinya, ada berbagai macam kendala, termasuk dari sisi finansial juga," kata Seto.

"Manajemen yang lebih tahu masalahnya, kendalanya seperti apa. Ya, sebenarnya beberapa nama pemain sudah disetorkan dari awal dan sudah komunikasi. Tapi, ya banyak kendala," tambahnya.

Kendati dihadapkan pada situasi pelik, toh mantan juru taktik PSIM Yogyakarta itu terbukti masih sanggup meramu skuat Super Elang Jawa, bertengger diperingkat keempat klasemen sementara hingga pekan ke-18. 

Keinginan PSS Sleman Memboyong Fullback PSIS Semarang Temui Jalan Terjal

Padahal, kerangka tim kini masih diisi jebolan Liga 2 2018 silam, seperti Bagus Nirwanto, Gufron, Ikhwan Ciptadi, Ega Rizky, dan Irkham Zahrul Mila.

Mungkin ini salah satu jalan tuhan. Dengan pemain yang mayorutas jebolan Liga 2, syukur Alhamdulillah, mereka semua mau bekerja keras, itu yang paling penting buat saya," tandasnya.

 Namun, pemilik lisensi kepelatihan AFC Pro tersebut mengakui, tetap membutuhkan figur senior di skuadnya. Bukan tanpa alasan, persaingan kompetisi kasta tertinggi tentu lebih ketat dibanding saat berlaga di Liga 2 musim lalu, terutama memasuki putaran dua.

 "Kalau boleh memilih, saya pengennya pemain yang banyak pengalaman dan punya kemauan. Mungkin ya, seperti Evan Dimas dan pemain-pemain Timnas itu lah. Tapi, ini sudah terjadi, yang penting pemain kami ada kemauan meningkatkan prestasi," pungkasnya. (Tribunjogja I Hanif Suryo)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved