Filosofi Musik Bagi Anteng Kitiran : Tradisi Adalah Obat Bagi Jiwa dan Raga

Tradisi adalah obat yang manjur bagi jiwa dan raga, murah dan halal buat Anteng Kitiran

Filosofi Musik Bagi Anteng Kitiran : Tradisi Adalah Obat Bagi Jiwa dan Raga
Istimewa
Penampilan Anteng Kitiran 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tradisi adalah obat yang manjur bagi jiwa dan raga, murah dan halal.

Begitu kalimat yang meluncur dari para personel Anteng Kitiran saat mendeskripsikan musik mereka.

Anteng Kitiran salah satu band yang lahir di Yogyakarta sukses mencuri perhatian para penikmat world music.

Di setiap penampilannya, band yang saat ini dihuni oleh Eko Yuliantoro (biola), Harly Yoga Pradana (bass), Krisna Pradipta Tompo (keyboard/piano) serta Gagah Pacutantra (drum) tak hanya menyuguhkan racikan musik tradisi yang syarat melodi slendro dan pelog, namun juga menampilkan budaya di dalamnya.

Panggung panggung besar sudah mereka sambangi di antaranya, Ngayog Jazz, Java Jazz hingga Art Jog.

Anteng Kitiran memang menyuguhkan aransemen musik yang unik, memadukan kekayaan nada lokal dan universal menjadi sebuah alunan yang membawa pendengarnya ke dimensi lain yang sebelumnya mungkin belum pernah dirasakan.

Menurut Eko Yuliantoro atau akrab disapa Eko Balung, ramuan nada nada yang berbasis tradisi setempat ini lah kunci utama musik yang dilahirkan oleh Anteng Kitiran.

Seperti dalam lagu Madah yang dibawakan lengkap dengan sebuah narasi yang menampilkan tarian bertopeng.

"Setiap kali pentas kami berusaha memberikan gambaran visual dari karya orisinil kami yang kami mainkan. Ini tak lain untuk memberi gambaran dan membiarkan imajinasi liar para penikmat musik kami," kata Eko.

Eksplorasi kearifan lokal yang kaya makna filosofis kehidupan direspon ke dalam nada nada yang harmoni menonjolkan tradisi setempat.

Halaman
12
Penulis: yud
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved