Bantul

Dikritik Walhi Karena Tebang Pohon di Jalan Bantul, Bupati : Monggo Saja, Saya Ingin Perbaiki Bantul

Dikritik Walhi Karena Tebang Pohon di Jalan Bantul, Bupati : Monggo Saja, Saya Ingin Perbaiki Bantul

Dikritik Walhi Karena Tebang Pohon di Jalan Bantul, Bupati : Monggo Saja, Saya Ingin Perbaiki Bantul
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Pohon perindang yang tumbuh di jalan Bantul dipotong. Rencananya, di jalan tersebut akan dilakukan penataan. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL -- Bupati Bantul, Suharsono menganggap pro kontra terkait suatu kebijakan biasa.

Seperti yang sekarang dilakukan, penataan Jalan Bantul dengan memotong ratusan pohon perindang. Bagi dia, kritik yang datang wajar saja.

"Monggo saja. Pro-kontra pasti ada. Yang jelas saya mau membikin baik Bantul," katanya, kepada Tribunjogja.com, Sabtu (14/9/2019) malam.

Sebagai kepala daerah, Suharsono menegaskan akan bekerja keras membangun Kabupaten Bantul bukan justru akan membuat jelek. Adapun terkait penebangan ratusan pohon perindang, menurutnya, nantinya akan diganti dengan pohon baru lagi.

"Nanti saya tanami pohon-pohon perindang lagi. Tapi posisinya di tengah seperti jalan Jenderal Sudirman," ujar dia.

WALHI Kritik Pemkab Bantul Terkait Pemotongan Pohon Perindang di Jalan Bantul

Mantan perwira menengah dari Kepolisian Polda Banten itu menjelaskan bahwa penataan jalan Bantul merupakan kewenangan dari pemerintah pusat.

Dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2019 melalui Satker Pengelola Jalan Nasional (PJN).

Mengingat, jalan Bantul merupakan jalan nasional. Alasan mengapa Jalan Bantul perlu ditata seperti jalan jenderal Sudirman, kata Suharsono, supaya lebih baik.

Jalur lambat yang sekarang ada di Jalan Bantul menurut dia, sudah tidak berfungsi maksimal.

"Jalur lambat sudah tidak efektif lagi. Kalau dulu dipakai orang-orang bersepeda, bakul ayam pada naik sepeda ke utara sekarang sudah tidak ada lagi, sehingga sudah tidak dimanfaatkan," tuturnya.

Bunga Langka Koleksi Kebun Raya Bogor Kembali Mekar

Sebelumnya diberitakan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai penataan jalan Bantul sebagai kelanjutan dari penataan jalan Jenderal Sudirman tidak urgent untuk dilakukan.

Apalagi, sampai harus memotong seluruh pohon perindang di area tersebut.

"Proses penataan jalan [Bantul] ini bertolak belakang dengan perlindungan dan pengelolaan hidup dan mitigasi perubahan iklim," ujar Direktur Walhi DIY, Halik Sandera.

WALHI menyesalkan, pohon yang seharusnya memiliki fungsi untuk memproduksi oksigen dan menyerap karbon justru ditebang karena ambisi menata jalan yang sebenarnya sudah baik.(Tribunjogja I Ahmad Syarifudin)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved