Gunungkidul

Selidiki Oknum Guru yang Diduga Lakukan Tindak Asusila, BKPPD Gunungkidul Bentuk Tim Khusus

Tim akan memeriksa pelanggaran disiplin, yang terdiri dari inspektorat, BKPPD, dan atasan langsung dan dibentuk dengan surat perintah dari bupati.

Selidiki Oknum Guru yang Diduga Lakukan Tindak Asusila, BKPPD Gunungkidul Bentuk Tim Khusus
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Gunungkidul bentuk tim khusus yang bertugas untuk memeriksa pelanggaran yang dilakukan oknum guru yang digrebek warga karena diduga melakukan tindakan asusila, di Kecamatan Semin beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diutarakan oleh Subbidang Status dan Kedudukan Kepegawaian, Sunawan saat dihubungi Tribunjogja.com, Jumat (13/9/2019).

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

"Tim tersebut untuk memeriksa pelanggaran disiplin, yang terdiri dari inspektorat, BKPPD, dan atasan langsung dan dibentuk dengan surat perintah dari bupati," ujarnya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan sanksi yang didapat oleh kedua oknum guru yang berstatus Aparatur SIpil Negara (ASN), pihaknya belum mau berkomentar banyak karena masih menunggu hasil dari pemeriksaan lebih lanjut dari tim yang telah dibentuk.

"Proses masih panjang," imbuhnya singkat.

Sementara itu Kepala Bidang Status, Kinerja dan Kesejahteraan pegawai, BKPPD Kabupaten Gunungkidul, Iskandar menambahkan kemungkinan kedua ASN tersebut akan dijatuhi hukuman berdasarkan PP no 53/2010 yaitu terkait dengan hukuman disiplin tingkat berat dengan maksimal hukuman pemberhentian dengan hormat.

2 Oknum ASN di Gunungkidul Lakukan Tindak Asusila di Ruang Guru

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid membenarkan bahwa saat ini kasus yang dialami kedua oknum ASN telah dilimpahkan ke BKPPD.

"Kalau terkait dengan sanksi adalah kewenangan dari bupati. Kami juga sudah menyuruh yang bersangkutan untuk sementara waktu tidak masuk ke sekolah terlebih dahulu," katanya.

Menurutnya dengan menyuruh kedua oknum berkantor di kantor dinas maupun korwil secara tidak langsung Disdikpora memberikan saksi.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved