Pendidikan

UGM Menggelar Konferensi Internasional BioMIC

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono membuka konferensi internasional tentang Bioinformatika, Bioteknologi dan Teknik Biomedis (BioMIC)

UGM Menggelar Konferensi Internasional BioMIC
Istimewa
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono membuka konferensi internasional tentang Bioinformatika, Bioteknologi dan Teknik Biomedis (BioMIC) yang berlangsung di Hotel Eastcparc Yogyakarta, Kamis (12/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono membuka konferensi internasional tentang Bioinformatika, Bioteknologi dan Teknik Biomedis (BioMIC) yang berlangsung di Hotel Eastcparc Yogyakarta, Kamis (12/9/2019).

Konferensi ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Penerbit dan Publikasi Universitas Gadjah Mada (BPP UGM) yang berlangsung selama pada 12-13 September ini diikuti 129 peneliti dari 8 negara yakni Inggris, Taiwan, Jepang, Jerman, Sri Lanka, Malaysia, Prancis, dan Indonesia.

Rektor UGM dalam pidato sambutannya mengatakan UGM memiliki tradisi penelitian yang panjang untuk selalu menghasilkan penelitian yang produktif secara akademis di Indonesia.

UGM Gencarkan Daur Ulang Baterai

Oleh karena itu ia megharapkan berharap BioMlC tahun ini bisa menginspirasi akademisi atau peneliti lain untuk menghasilkan riset yang memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat dan keilmuan.

“Kegiatan ini dalam rangka memelihara konsistensi budaya intelektual kita sebagai akademisi dan peneliti,” katanya.

Dikatakan Rektor, pendidikan merupakan salah satu jalur untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas serta untuk memahami realitas yanga da di masyarakat.

Namun, pengetahuan tidak ada artinya tanpa bentuk realisasi jika hanya tetap sebagai studi berbasis kelas atau bertahan laboratorium.

“UGM ingin memperkuat gagasan penelitian dan menginspirasi para peneliti untuk menghasilkan laporan penelitian mereka dan mempublikasikannya sebagai artikel dalam majalah atau konferensi ilmiah,” katanya.

Ia menyebutkan tren yang senantiasa berubah ide hingga temuan baru di bidang kedokteran, biologi, farmasi dan ke skala yang lebih besarmenjadi bioteknologi, dan bioinformatika.

Ratusan Civitas Akademika UGM dan Warga Gelar Salat Gaib untuk BJ Habibie di Masjid Kampus UGM

Melalui penelitian di bidang-bidang tersebut telah menciptakan penemuan lebih sehat dan lebih bijaksana.

“Kita ingin lebih banyak lagi pengetahuan aplikatif untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik kepada mereka yang kurang beruntung melalui studi dan penelitian berkelanjutan,” ujar dia.

Ketua Panitia Penyelenggra Konferensi BioMIC Alva Edy Tontowi mengatakan kegiatan BioMIC membuka ruang kerja kolaboratif antara lembaga dan peneliti sehingga bisa membangun sebuah jaringan akademik, dan kesempatan untuk meningkatkan kemitraan jangka panjang baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ia menjelaskan BioMlC bertujuan untuk memfasilitasi berbagi penelitian dan diskusi disiplin ilmu terkait bidang Bioinformatika dan Penambangan Data Biologis, Biomedis Rekayasa dan Teknologi, Ilmu Biomedis, Biomolekuler dan Bioteknologi, Pengembangan Obat dan Kesehatan Masyarakat.

Alva Edy Tontowi menghadirkan 23 pembicara dari dalam dan luar negeri, termasuk 13 pembicara dari Asia barat Timur.

"Kami percaya, kehadiran pembicara ini akan memperkaya konferensi dengan  presentasi mereka m dalam bioinformatika, biomaterial, bioteknologi, dan biomedis  teknik,” tegasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved