Rumah Zakat Resmikan BUMMAS di Brontokusuman untuk Dorong Kemandirian Ekonomi

Rumah Zakat meresmikan Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS) di kawasan Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta

Rumah Zakat Resmikan BUMMAS di Brontokusuman untuk Dorong Kemandirian Ekonomi
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Nur Efendi CEO Rumah Zakat (kiri) saat meninjau proses pembuatan batik eco print di BUMMAS Eco.J Brontokusuman Mergangsan Kota Yogyakarta, Kamis (12/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Salah satu lembaga filantropi di Indonesia, Rumah Zakat, meresmikan Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS) di kawasan Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Kamis (12/9/2019).

Hadirnya BUMMAS tersebut menjadi upaya Rumah Zakat memberdayakan masyarakat yang sebelumnya digulirkan melalui program Desa Berdaya.

Langkah ini sekaligus sebagai optimalisasi pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah yang dikelola pihaknya.

Nur Efendi CEO Rumah Zakat mengatakan hadirnya badan usaha yang dikelola langsung oleh masyarakat ini menjadi dorongan bagi masyarakat untuk dapat mengembangkan kelembagaan lokal yang berdaya.

Masyarakat diharapkan untuk bisa mengatasi permasalahan sendiri serta dapat berkolaborasi dengan pemerintah baik ditingkat desa hingga level atasnya secara mandiri.

"Indikator pemberdayaan ini adalah bidang ekonomi makanya kami bangun BUMMAS ini di desa berdaya yang kami bina," katanya usai peresmian, Kamis (12/9/2019).

Dijelaskan Nur, BUMMAS merupakan badan usaha milik masyarakat sebagai wujud dari socio enterprise dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat yang diharapkan mampu menjadi tulang punggung keberlanjutan program yang digulirkan sebelumnya yakni Desa Berdaya.

Hingga saat ini, Rumah Zakat sendiri telah meresmikan sedikitnya 73 BUMMAS di 14 provinsi termasuk DIY.

Adapun ruang gerak bisnis dari BUMMAS ini sendiri terbagi manjadi tiga macam yakni microfinance, microbisnis dan agrobisnis.

"25 bergerak di bidang microfinance, 31 bidang microbisnis dan 17 di bidang agrobisnis," jelasnya.

Nur berharap hadirnya BUMMAS ini mampu menekan angka kemiskinan yang ada di masyarakat dan menguatkan kemandirian masyarakat desa.

Menurut Nur, hadirnya desa yang kuat maka akan menyelesaikan masalah ekonomi indonesia hingga 40 persen.

"Harapan kami BUMMAS dapat terus bertambah dan berkembang di seluruh desa berdaya yang saat ini sudah berjumlah 1.510 di 61 kota dan 197 kabupaten," tutupnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved