Jawa

Bawaslu Kabupaten Magelang Edukasi Politik Masyarakat Melalui Sakha Demokrasi

Buletin yang berisi hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Magelang selama Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu ini diharapkan menjadi edukasi politik bagi m

Bawaslu Kabupaten Magelang Edukasi Politik Masyarakat Melalui Sakha Demokrasi
Istimewa
Para anggota komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang saat meluncurkan buletin 'Sakha Demokrasi', Kamis (12/9) di Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang meluncurkan buletin 'Sakha Demokrasi', Kamis (12/9/2019).

Buletin yang berisi hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Magelang selama Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu ini diharapkan menjadi edukasi politik bagi masyarakat secara luas.

"Sakha Demokrasi ini kami terbitkan untuk menyampaikan informasi dan hasil pengawasan Bawaslu kepada masyarakat. Melalui buletin ini, kami berharap dapat memberikan edukasi politik kepada masyarakat serta sumbangsih pemikiran atau wacana untuk perbaikan Pemilu di waktu mendatang," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habib Shaleh, Kamis (12/9) di sela peluncuran Sakha Demokrasi di Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang.

Bawaslu Sleman Serahkan Santunan ke Petugas yang Mengalami Kecelakaan Kerja saat Pemilu 2019

Habib mengatakan, pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak, tidak hanya Pemilihan Presiden saja, tetapi juga DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota hingga DPR dan DPD, sehingga pelaksanaannya memiliki tantangan yang berbeda dari Pemilu 2014 silam. Meski berjalan dengan lancar, tetapi tetap ada celah yang harus diperbaiki.

Melalui Sakha Demokrasi yang diterbitkan setiap tiga bulan sekali ini, hasil pengawasan dan penindakan Bawaslu selama Pemilu kemarin dapat disampaikan kepada masyarakat.

Selain itu buletin juga akan memuat informasi-informasi lain yang selama ini belum dipahami oleh masyarakat, termasuk para anggota legislatif.

"Selain hasil pengawasan, banyak informasi lain seperti PHPU MK kemarin, metode Sainte League yang banyak caleg tidak tahu. Kami berharap ini jadi sarana edukasi bagi masyarakat agar Pemilu ke depan semakin baik. Terlebih saat nanti, Pemilu 2024, dimana ada tujuh surat suara, jangan sampai ada petugas yang sakit ataupun meninggal dunia karena terlalu keras bekerja. Ini sebagai perbaikan ke depan," tuturnya.

Bawaslu Kabupaten Magelang : 56 TPS Masuk Kategori Sangat Rawan

Selain buletin, materi dan informasi tersebut juga dimuat di situs Magelangkab.Bawaslu.Go.Id.

Informasi akan diperbarui setiap hari yang memuat Kepemiluan, Pilkada, dan informasi demokrasi lainnya.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Magelang, Aini Sumarni Chabibah, menambahkan, hasil kerja pengawasan dapat didokumentasikan ke Buletin Sakha Demokrasi sebagai pemenuhan hak informasi kepada masyarakat yang ingin mengetahui pengawasan Bawaslu.

"Buletin salah satu pertanggungjawaban kami ke publik, menyangkut kerja dan hasil pengawasan, semua tertuang di buletin, dan sebagai bentuk keterbukaan kami di era keterbukaan informasi publik.

Sakha sendiri berarti berpikiran terbuka atau murah hati, yang tujuannya mengajak masyarakat berpikiran terbuka. Sakha juga dapat diartikan teman yang baik dan memberikan petunjuk, arahan dan edukasi politik.

Sakha juga dalam bahasa jawa berarti pilar. Kami berharap jadi pilar demokrasi," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved