Yogyakarta

Pekan Pelayanan Publik, ORI DIY Pastikan Kualitas Pelayanan

Memeriahkan pekan pelayanan publik, Ombudsman RI Perwakilan DIY membuka posko aduan di beberapa rumah sakit dan Kantor Imigrasi.

Pekan Pelayanan Publik, ORI DIY Pastikan Kualitas Pelayanan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA - Memeriahkan pekan pelayanan publik, Ombudsman RI Perwakilan DIY membuka posko aduan di beberapa rumah sakit dan Kantor Imigrasi.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY, Budhi Masthuri mengatakan rumah sakit dan kantor imigrasi dipilih karena intensitas kunjungan dua tempat tersebut sangat tinggi.

Pihaknya pun mendapat beberapa laporan khususnya terkait pelayanan.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

"Satu pekan ini kami buka posko aduan. Kemarin kami buka di RS Jogja selama dua hari, kemudian hari ini kami buka di RS Sardjito, dan kami juga akan buka di Kantor Imigrasi DIY, dan nanti terakhir di Malioboro Mall," katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (11/9/2019).

"Semua tempat itu selalu dikunjungi, tingkat kunjungan tinggi. Sehingga kami ingin memastikan bahwa pelayanan yang diberikan baik dan berkualitas," sambungnya.

Terkait keluhan dari masyarakat, pihaknya belum mendapat hasil keseluruhan.

Namun selama ini, aduan yang disampaikan masyarakat seputar lamanya antrian obat untuk RS dan antrian pendaftaran di Kantor Imigrasi DIY.

Selain itu, pelayanan dokter rumah sakit kadang kurang ramah pada pasien.

Ombudsman DIY : Sampah Menjadi Permasalahan Klasik

"Dengan hadirnya kami di rumah sakit dan kantor imigrasi DIY, secara psikologis akan membuat pelayanan lebih baik, dan itu juga harapan kami. Umumnya keluhan masyrakat di rumah sakit seperti itu. Dengan adanya posko, kami juga ingin menjalin kedekatan juga dengan masyarakat," lanjutnya.

Ia menambahkan, sejauh ini banyak masyarakat (pengunjung) yang memanfaatkan posko Ombudmasn untuk berkonsultasi.

Namun tidak semua pengunjung yang konsultasi langsung membuat aduan.

"Banyak yang hanya konsultasi saja. Kami sudah berkoordinasidenganpihak rumah sakit, agar ada petugas yang memberikan jawaban kepada pengunjung langsung. Kalau masalah bisa diselesaikan langsung, maka saat itu juga diselesaikan," tambahnya.

"Sejauh ini belum ada laporan yang harus diselesaikan di kantor (Ombudsman). harapannya pelayanan publiksemakin baik. Ada atau tidak ada kami di tempat, harapannya layanan harus terus ditingkatkan," pungkasnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved