Korea Utara Ujicoba Peluncur Roket Ganda Super Besar, Proyektil Mampu Meluncur Sejauh 330 Kilometer

Korea Utara Ujicoba Peluncur Roket Ganda Super Besar, Proyektil Mampu Meluncur Sejauh 330 Kilometer

Korea Utara Ujicoba Peluncur Roket Ganda Super Besar, Proyektil Mampu Meluncur Sejauh 330 Kilometer
AFP/KCNA VIA KNS
Foto yang diambil oleh kantor berita Korea Utara (KCNA) pada 10 September 2019, dan dirilis 11 September 2019 memperlihatkan sebuah rudal meluncur dari sistem peluncur roket ganda yang ditembakkan dari sebuah lokasi rahasia. 

TRIBUNJOGJA.COM - Ujicoba rudal oleh militer Korea Utara terus berlangsung meski mendapatkan kecaman dari banyak pihak.

Terbaru, Korea Utara melakukan ujicoba peluncur roket ganda super besar.

Ujicoba ini merupakan bentuk provokasi yang dilakukan oleh Korea Utara.

Menurut militer Korea Selatan (Korsel), Korut meluncurkan "proyektil tak teridentifikasi" dari area Kaechon di Provinsi Pyongan Selatan, dan terbang sejauh 330 km.

Peluncuran itu terjadi setelah Korea Utara menyatakan mereka siap menggelar perundingan membahas denuklirisasi dengan Amerika Serikat (AS) pada September ini.

Jalankan Operasi Darurat, Tim Dokter di Thailand Sukses Angkat Tumor 5 KG dari Perut Seorang Pria

Menurut kantor berita KCNA dilansir AFP Rabu (11/9/2019), Kim Jong Un sendiri yang memberikan pengarahan atas uji coba senjata baru negara komunis itu.

" Peluncur roket ganda berukuran super besar langsung diuji coba dengan disaksikan oleh Pemimpin Kim sekitar dua pekan lalu." Demikian pemberitaan KCNA.

Media pemerintah itu memberitakan uji coba tersebut bertujuan untuk memastikan waktu penempatan militer, dengan rangkaian tes lanjutan bakal diagendakan.

"Yang masih harus dilakukan saat ini adalah menjalankan tes pengapian yang menjadi inti dari peluncur roket ganda," ujar KCNA dalam ulasannya.

Senin (9/9/2019), Wakil Menteri Luar Negeri Choe Son Hui mengatakan mereka siap untuk duduk dan berunding dengan AS, di mana waktu dan tempat bakal diumumkan kemudian.

Puluhan Orang di Sukabumi Alami Keracunan Seusai Konsumsi Makanan dari Acara Selamatan Warga

Kim dan Presiden AS Donald Trump mengadopsi pernyataan "denuklirisasi menyeluruh Semananjung Korea" saat pertama kali bertemu di Singapura Juni 2018 lalu.

Pembicaraan itu sempat buntu setelah pertemuan kedua Kim dan Trump yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada akhir Februari gagal menghasilkan keputusan apa pun.

Tapi setelah itu, kedua pemimpin sepakat melanjutkan pembicaraan saat bertemu di Zona Demiliterisasi Juni. Namun hingga kini, agenda tersebut urung terlaksana. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korea Utara Kembali Tes Peluncur Roket Super Besar", .

Editor: has
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved