Yogyakarta

Inspektorat Dampingi DPUPKP Kota Konsultasi ke LKPP

Proyek Saluran Air Hujan (SAH) Supomo masih mangkrak pasca OTT KPK yang menyeret 2 jaksa sebagai tersangka beberapa waktu lalu.

Inspektorat Dampingi DPUPKP Kota Konsultasi ke LKPP
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proyek Saluran Air Hujan (SAH) Supomo masih mangkrak pasca OTT KPK yang menyeret 2 jaksa sebagai tersangka beberapa waktu lalu.

Terkait dengan nasib proyek tersebut, Inspektur Inspektorat Kota Yogyakarta, Maryoto mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mendampingi Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta untuk menyerahkan berkas ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Selama ini pihaknya dan DPUPKP Kota Yogyakarta sudah menjalin komunikasi dengan LKPP secara online.

Namun baru Rabu (11/9/2019) mengirimkan surat resmi, beserta berkas pendukung lain.

Warga Umbulharjo Keluhkan Debu dan Genangan Air di Proyek Saluran Air Hujan

"Saat ini kami masih menunggu. Kami sudah berkomunikasi dengan LKPP secara online, bagaimana baiknya pengerjaannya, kami juga lampirkan beberapa berkas seperti foto pembuatan SAH, kami kirimkan hari ini (11/9/2019),"katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (11/9/2019).

Ia melanjutkan, sebelum berkonsultasi dengan LKPP, DPUPKP Kota Yogyakarta juga telah berkomunikasi dengan KPK.

Hal itu karena, saat ini SAH Supomo menjadi ranah KPK, sebagai proyek suap dan gratifikasi.

Proyek Saluran Air Hujan di Yogya Mangkrak Sejak KPK Bongkar Kasus Dugaan Suap

Inspektorat Kota Yogyakarta pun tidak memiliki kendali lebih. Hingga Rabu (11/9/2019) KPK belum memberikan rekomendasi atas pengerjaan proyek tersebut.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Yogyakarta masih menunggu rekomendasi dan hasil dari KPK.

"Kami belum menerima hasilnya, jadi ya kami hanya bisa menunggu, karena itu (SAH Supomo) sekarang adalah ranah KPK," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved