Sleman

Disperindag Sleman Targetkan 50 Sentra Industri Terbentuk Hingga 2020

Kepala Disperindag Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan sejak dirintis 2016 lalu, sudah dikukuhkan sebanyak 25 Sentra Industri berbagai produk warga.

Disperindag Sleman Targetkan 50 Sentra Industri Terbentuk Hingga 2020
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kepala Disperindag Sleman Tri Endah Yitnani 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Demi mendukung peningkatan Usaha Kecil Menengah (UKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman semakin gencar membentuk Sentra Industri.

Kepala Disperindag Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan sejak dirintis 2016 lalu, sudah dikukuhkan sebanyak 25 Sentra Industri berbagai produk warga.

"Ini kan sudah tahun ke-4 dan sudah ada 25 Sentra Industri. Kami targetkan tahun depan sudah ada 50 Sentra Industri di Sleman," jelas Endah.

Ia menjelaskan pembentukan puluhan Sentra Industri tersebut sudah menjadi target Disperindag Sleman dalam kurun waktu 5 tahun, yaitu 2016-2020.

Sentra Industri Dianggap Jadi Solusi Permasalahan Usaha Jadah Tempe di Kaliurang Sleman

Sentra Industri nantinya juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasar industri olahan pangan.

Pelaku usaha juga akan dimudahkan akses modalnya dari perbankan ataupun non perbankan.

"Nanti akan ada berbagai pelatihan dan pembinaan pada pelaku usaha dalam Sentra Industri, bagaimana kapasitas produksi bisa ditingkatkan," kata Endah.

Mengingat Sumber Daya Alam (SDM) nyaris tidak ada, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan pihaknya mendukung penuh pemberdayaan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

Sebab dari UKM inilah warga bisa memiliki penghasilan sekaligus memberi input bagi Kabupaten Sleman.

Sentra Industri juga mempermudah Pemkab Sleman untuk mendorong pengembangan UKM.

Pemkab Sleman Resmikan Sentra Industri Anyaman Bambu Sumberagung Moyudan

"Kalau terpusat, proses sertifikasi dan aksesnya jadi lebih mudah. Persaingan pun jadi lebih sehat," kata Muslimatun.

Muslimatun pun memberi masukan pada pelaku usaha agar memaksimalkan 4P (Product, Place, Price, Promotion). Jika 4P tersebut sudah distandarkan, maka pasar akan berkembang dengan sendirinya.

Cara ini sekaligus menjawab kebutuhan dan meningkatkan pangsa pasar, sekaligus menjaga mutu produk.

"4P ini bisa menjadi strategi pemasaran yang tepat bagi UKM di Sleman," kata Muslimatun.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved