BJ Habibie Meninggal Dunia

BJ Habibie Meninggal Dunia, Haedar Nashir: Indonesia Kehilangan Presiden yang Negarawan

Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

BJ Habibie Meninggal Dunia, Haedar Nashir: Indonesia Kehilangan Presiden yang Negarawan
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat ditemui media di Kebonagung Sleman, Minggu (28/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

Meninggalnya Presiden ke-3 RI ini tentunya meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir turut menyampaikan dukanya.

"Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Haedar dalam keterangannya.

BJ Habibie Menghembuskan Nafas Terakhir Setelah Seluruh Keluarga Berkumpul

Bagi Haedar, BJ Habibie merupakan sosok Presiden pertama di era reformasi yang meletakkan dasar demokratisasi yang menjadi tonggak bagi Indonesia baru.

Di mata Haedar, Habibie merupakan presiden yang bisa tampil negarawan dan demokrat yang setiap perkataannya sejalan dengan tindakan.

Bahkan Haedar mengibaratkan Habibie ibarat buku terbuka yang bersedia menerima kritik publik secara elegan kendati sering dikaitkan dengan Orde Baru dan menjadi orang terdekat Soeharto kala itu.

Haedar juga menyebut, Habibie juga seorang Presiden sekaligus tokoh bangsa yang dengan pendidikan Jerman-nya yang ahli pesawat terbang membuka lembaran baru Indonesia yang modern dan maju.

"Dia sosok moralis dan rasional yang memadukan imtak dan iptek yang sangat relevan bagi bangsa Indonesia di era modern," terangnya.

Kisah Habibie saat Menjadi Presiden, Nakhoda Penyelamat Negara Indonesia

Saat ini, kata Haedar, tak banyak tokoh utama di Republik ini yang memiliki karakter dan kualitas lengkap sebagai negarawan sekaligus tokoh kemajuan yang menjadi idola dan role-model generasi muda lintas bangsa.

"Semoga bangsa Indonesia belajar dari Pak Habibie," harap Haedar.

Sementara itu, dalam konteks umat Islam, Habibie merupakan tokoh bangsa yang mampu mengangkat marwah Islam Indonesia yang modern dan berkarakter tanpa kehilangan sikap inklusifnya dalam masyarakat majemuk.

"Dia peduli pada sumber daya insani yang unggul dan menguasai teknologi, sekaligus menjadi teladan yang kata sejalan tindakan," sebutnya.

Para elite dan generasi muslim perlu belajar dari ketokohan Habibie, selaku tokoh besar yang dihormati semua pihak karena integritas dan keteladanannya.

"Kita kehilangan negarawan besar yang visioner bagi masa depan Indonesia," pungkas Haedar.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved