Bantul

Terkait Gangguan Kejiwaan, Keluarga dan Pasien Harus Menerima Kondisi

Keluarga dan diri sendiri harus menerima kondisi bila anggota keluarga atau diri sendiri mengalami gangguan jiwa.

Terkait Gangguan Kejiwaan, Keluarga dan Pasien Harus Menerima Kondisi
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Sekretaris Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kasihan, Siti Mulyani A.Md, Kep 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kesehatan mental kini menjadi penting untuk disadari bagi seluruh lapisan masyarakat.

Keluarga dan diri sendiri harus menerima kondisi bila anggota keluarga atau diri sendiri mengalami gangguan jiwa.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kasihan, Siti Mulyani A.Md, Kep, saat menjemput Mawar, klien dengan skizofrenia yang diisolasi di Desa Ngestiharjo, Selasa (10/9/2019).

"Mereka harus membuka diri, menerima. Keluarga harus menerima dulu. Pasien juga harus menerima diri bahwa saya sakit ini dan harus terbuka dengan dunia luar," katanya.

Mengenal Skizofrenia, Gangguan Jiwa yang Bisa Menyerang Siapa Saja

Selain menerima kondisi, jika terjadi gejala gangguan jiwa pada anggota keluarga atau diri sendiri bisa segera melaporkan ke puskesmas.

Deteksi dini juga dilakukan sebagai tindakan prefentif.

"Untuk teori usia, awitan dari 15-25 tahun. Awal gejala di usia itu. Kami mengembangkan ide di SMP-SMA kami juga akan deteksi di situ," paparnya.

"Gejala awal biasanya diam, menarik diri dari lingkungan. Keluarga harus mengenali, dibawa ke psikolog atau psikiater. Kalau klien nggak mau, kami yang datang," ujarnya.

Dua Bulan Dipasung, Perempuan Penderita Gangguan Jiwa di Bantul Dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa

Ia juga menekankan bahwa semua orang dari berbagai umur dan jenis kelamin berisiko mengalami gangguan jiwa.

Latar berlakang akademis yang tinggi juga tidak menjamin orang terbebas dari gangguan jiwa.

"Tidak hanya orang miskin, orang pintar juga, yang S2 juga ada. Bahwa semua orang berisiko," tuturnya.

Orang dengan gangguan jiwa di Kasihan pada 2019 ini tercatat sebanyak 250 orang yang tersebar di dua desa.

"Semua rentang usia ada. Laki-laki dan perempuan 50:50 tidak ada yang dominan," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved