Bisnis

MPSI Tolak Kenaikan Batasan Produksi SKT Golongan 2

Kebijakan itu dianggap akan semakin menyengsarakan pabrikan rokok kecil dan tentu semakin menguntungkan bagi pabrik berskala besar.

MPSI Tolak Kenaikan Batasan Produksi SKT Golongan 2
ist
ilustrasi Rokok

TRIBUNJOGJA.COM - Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI), menolak wacana pemerintah yang berencana menaikkan batasan produksi sigaret kretek tangan (SKT) golongan 2 menjadi tiga miliar batang yang semula dua miliar batang.

Wacana itu dikatakan berasal dari usulan sebuah pabrikan rokok berskala besar.

Ketua Umum MPSI, Joko Wahyudi mengatakan, kebijakan itu hanya akan semakin menyengsarakan pabrikan rokok kecil dan tentu semakin menguntungkan bagi pabrik berskala besar.

Bahkan, puluhan ribu pelinting juga terancam.

Ia mengklaim akan ada sekitar 11 ribu pelinting yang akan kehilangan pekerjaan.

“Para pemilik pabrikan kecil dari wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan tegas menolak usulan kenaikan batas produksi SKT golongan 2,” kata Joko dalam sesi diskusi media di Yogyakarta Selasa (10/9/2019).

Ia melanjutkan, jika kebijakan ini terwujud tentu akan menimbulkan iklim usaha yang tidak adil bagi para pengusaha industri rokok.

Pasalnya segmen konsumen yang dituju hanya terbatas karena upaya untuk menambah jumlah perokok sangat sulit, dan muncul tarif yang lebih rendah dari pabrikan besar.

Sehingga konsumen beralih ke produk yang berharga minim dan produsen yang mematok harga diatasnya bakal tidak laku.

Joko menambahkan, saat ini pabrikan SKT berskala besar tersebut memiliki volume produksi 1,8 miliar batang atau berada di SKT golongan 2 dengan tarif cukai Rp180 per batang.

Halaman
123
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved