Pendidikan

Beberapa Kepsek SMA di Yogyakarta Sambut Baik Rencana Mendikbud Terapkan Kontrak Belajar

Guna mencegah tindak kekerasan di sekolah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berencana untuk memberlakukan kontrak belajar di awal pe

Beberapa Kepsek SMA di Yogyakarta Sambut Baik Rencana Mendikbud Terapkan Kontrak Belajar
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna mencegah tindak kekerasan di sekolah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berencana untuk memberlakukan kontrak belajar di awal penerimaan siswa baru.

Menanggapi hal itu, sejumlah Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Yogyakarta menyambut baik rencana tersebut.

Kepala SMAN 6 Yogyakarta, Munjid Nur Alamsyah mengatakan pihaknya meyepakati pemberlakuan kontrak belajar di sekolah, sebab menurut dia perlu adanya kesamaan pemahaman antara orangtua, sekolah dan siswa.

ULT Kemendikbud Permudah Masyarakat Ajukan Pengaduan, Permohonan dan Penyampaian Aspirasi di DIY

"Disepakati, dirumuskan bersama, yang jelas disepakati antara sekolah, anak dan orangtua. Saya kira bukan hanya kontrak belajar, tapi juga kontrak yang lainnya, kontrak prestasi, kontrak penanganan masalah," ujarnya Selasa (10/9/2019).

Munjid menyampaikan, terkait pemberlakuan kontrak belajar guna mencegah kekerasan di sekolah tersebut pihaknya masih menunggu edaran dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.

"Kalau selama ini yang sudah diberlakukan baru menata yang terlambat sudah kita sepakati. Empat kali terlambat kita undang orangtua, lima kali terlambat peringatan, enam kali terlambat skorsing satu hari," tuturnya kepada Tribunjogja.com

Senada, Kepala SMAN 8 Yogyakarta, Rudy Prakanto mengungkapkan apabila pemberlakukan kontrak belajar tersebut dapat menjadikan pembelajaran lebih baik dan membuat orangtua semakin peduli, pihaknya menyetujui kebijakan tersebut.

DLH Sleman Akan Ajukan Sekolah Air Hujan ke Penghargaan Kalpataru

Rudy menambahkan, selama ini SMAN 8 Yogyakarta juga telah menerapkan tata tertib dengan surat pernyataan yang ditanda tangani oleh siswa maupun orangtua siswa.

Isi tata tertib tersebut memuat apa saja aturan-aturan yang harus ditaati oleh siswa dan siswa tidak diperbolehkan melakukan aktivitas menyimpang yang itu di luar koridor sebagai siswa.

"Sudah ada surat pernyataan di dalamnya ada suatu proses bahwa siswa akan tertib akan mengikuti seluruh aturan di sekolah ditanda-tangani di atas materai antara siswa dan diketahui orangtua. Tapi kalau (pemberlakuan kontrak belajar) akan diformalkan agar orangtua semakin peduli itu juga bagus," kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved