Gunungkidul

Anggaran Menipis, BPBD Gunungkidul Andalkan 3 Pilar Penanggulangan Kekeringan

Ketiga pilar tersebut adalah pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha (swasta).

Anggaran Menipis, BPBD Gunungkidul Andalkan 3 Pilar Penanggulangan Kekeringan
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Warga Ploso Doyong mengantre untuk mendapatkan air bersih, Senin (10/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Anggaran penanggulangan kekeringan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menipis.

Di sisi lain, BPBD Gunungkidul tidak mendapatkan tambahan dari APBD Perubahan.

Karenanya, BPBD Gunungkidul andalkan tiga pilar dalam penanggulangan kekeringan.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan ketiga pilar tersebut adalah pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha (swasta).

"Hingga hari ini anggaran kami sudah hampir habis karena target 2.000 tangki sudah terpakai untuk 1.560 tangki, anggaran kita tunggal untuk 440 tangki," ucapnya pada Tribunjogja.com, Senin (9/9/2019).

Ia memperkirakan, anggaran habis pada awal Bulan Oktober.

Jika nantinya anggaran habis pihaknya bisa menggunakan belanja tak terduga (BTT), namun jika BOBD menggunakan ini maka status harus dinaikkan menjadi darurat kekeringan.

Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Kulon Progo Usulkan Penetapan Status Tanggap Darurat Kekeringan

"Kami sangat terbantu dengan adanya masyarakat yang membantu kami dalam melakukan dropping air dan juga pihak swasta sudah membantu kami dalam droping air sehingga meringankan anggaran kami," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved