Pendidikan
69 Sekolah di Kabupaten Bantul Gelar Pemilos Serentak
Pemilos ini merupakan program sosialisasi bagi pemilih pemula yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Bantul.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebanyak 69 SMA/SMK/MA di Kabupaten Bantul serentak melakukan pemilihan ketua Osis (pemilos), Selasa (10/9/2019).
Pemilos ini merupakan program sosialisasi bagi pemilih pemula yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Bantul.
Launching pemilos dilakukan di SMA Negeri 1 Kasihan oleh Bupati Bantul, Selasa (10/9/2019) pagi.
Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan pemilos serentak ini rutin dilakukan sejak 2015 lalu.
Tidak hanya jenjang SMA, di tingkat SMP juga akan digelar pemilos pada 17 September nanti.
Melalui pemilos ini Didik berharap para siswa dapat menjadi pemilih yang rasional.
Terlebih sebagian besar dari siswa akan menggunakan hak pilih mereka di pilkada 2020 nanti.
Lanjutnya, tahapan pemilos dilakukan mirip seperti tahapan pemilu.
Sehingga siswa dapat memahami proses dan tata cara pemungutan suara dari pemutakhiran data pemilih sampai ke penetapan hasil pemilu.
"Teman-teman penyelenggara pemilos kita kenalkan mulai dari pemutakhiran data pemilih, proses pencalonan, proses pembentukan penyelenggara yakni KPPS, pengelolaan logistik, proses kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, serta penetapan calon terpilih. Jadi semua tahapan pemilu kita adopsi dalam tahapan pemilos ini," urai Didik saat ditemui Tribunjogja.com seusai meninjau pelaksanaan pemilos di SMA Negeri 1 Kasihan.
Lebih penting lagi, kata Didik, pemilos menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi.
Siswa yang berlaku sebagai penyelenggara diajarkan untuk tidak memihak dan profesional dalam bertugas.
Juga sebagai pemilih, agar siswa belajar menjadi pemilih yang cerdas dan rasional.
"Bagaimana teman-teman penyelenggara pemilu itu bisa menjadi penyelenggara yang independen karena calon-calonnya ini dari teman-teman mereka sendiri. Jangan sampai ada keberpihakan. Juga agar menjalankan proses pemilos ini secara profesional sesuai aturan," katanya.
"Kami juga berharap penyelenggara pemilos ini mengedukasi para pemilih agar menjadi pemilih yang cerdas. Tidak saling bermusuhan, tidak saling menebar kebencian dengan kampanye-kampanye yang tidak sehat, ujaran-ujaran yang menimbulkan perselisihan, ujaran kebencian," terangnya.
"Sebagian besar dari mereka di pilkada 2020 sudah punya hak pilih, jadi paling tidak dengan terlibat seperti ini mereka jadi paham tentang bagaimana menjadi pemilih yang rasional," sambungnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/69-sekolah-di-kabupaten-bantul-gelar-pemilos-serentak.jpg)