Mengapa Ibu Hamil Dilarang Stres? Ini Penjelasan Psikiater

Ketika ibu mengalami stres selama masa kehamilan, anak-anak mereka berisiko 10 kali lipat terkena gangguan kepribadian saat berusia 30 tahun.

Mengapa Ibu Hamil Dilarang Stres? Ini Penjelasan Psikiater
www.ecoparent.ca
Ilustrasi Ibu Hamil 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketika ibu mengalami stres selama masa kehamilan, anak-anak mereka berisiko 10 kali lipat terkena gangguan kepribadian saat berusia 30 tahun.

Bahkan menurut studi, stres berkepanjangan pada ibu dapat berdampak pada perkembangan sang anak dan berlanjut setelah persalinan.

Para pakar mengajukan beberapa pertanyaan terhadap lebih dari 3.600 ibu hamil di Finlandia tentang tingkat stres yang mereka alami, lalu mereka juga memantau perkembangan anak dari para ibu tersebut.

Psikiater mengatakan para calon ibu harus memiliki akses untuk mendapatkan bantuan kesehatan mental.

Faktor-faktor penting lainnya, seperti bagaimana anak-anak dibesarkan, situasi keuangan keluarga, dan trauma yang dialami selama masa kanak-kanak, diketahui berkontribusi dan bisa berperan pada perkembangan gangguan kepribadian.

Gangguan Kepribadian

Penyakit ini menyebabkan gangguan terhadap aspek-aspek kepribadian seseorang yang membuatnya sulit menjalani kehidupan, juga bagi orang lain.

Mereka bisa mengalami kecemasan berlebih atau tidak stabil secara emosional, misalnya, atau paranoid atau antisosial.

Ilustrasi Ibu Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil (shutterstock via doktersehat.com)

Gangguan kepribadian diperkirakan mempengaruhi sekitar satu dari 20 orang. Mereka lebih cenderung memiliki masalah kesehatan mental lain, seperti depresi, atau masalah narkoba dan alkohol.

Seperti gangguan mental lain, pola pengasuhan, permasalahan otak, dan gen dapat berperan dalam perkembangan mereka.

Halaman
1234
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved