Kulon Progo

Enam Mesin Sedot Pasir Disita dari Banaran

Sebanyak 6 unit mesin pompa mekanik untuk penyedotan pasir diamankan dalam kegiatan itu.

Enam Mesin Sedot Pasir Disita dari Banaran
Tribun Jogja/Anas Apriyadi
Ilustrasi: Mesin sedot pasir 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Aparat gabungan menertibkan kegiatan penambangan pasir di Sungai Progo yang menggunakan mesin sedot pasir, Senin (9/9/2019) di kawasan muara wilayah Pedukuhan Sawahan, Desa Banaran, Kecamatan Galur.

Sebanyak 6 unit mesin pompa mekanik untuk penyedotan pasir diamankan dalam kegiatan itu.

Kepala Satpol PP Kulon Progo, Sumiran mengatakan bahwa penertiban dilakukan oleh aparat gabungan dari Dinas PU ESDM DIY, Satpol PP DIY, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), serta kepolisian dan jajaran terkait di Kulon Progo.

Dari kegiatan itu, petugas menyita 6 unit mesin pompa mekanik yang digunakan secara ilegal alias tanpa izin oleh para penambang.

Penambang Pasir Gelar Aksi Damai di Lapangan Banaran Kulonprogo

"Selama kegiatan penertiban, para pemilik atau operator mesin itu tidak berada di lokasi penambangan dan mesinnya ditinggalkan begitu saja,"kata Sumiran dalam keterangannya, Senin (9/9/2019).

Kegiatan itu menurutnya berlangsung tertib dan aman.

Mesin pompa mekanik yang diamankan kemudian dibawa ke kantor BBWSSO untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Penertiban ini menjadi buntut dari serangkaian protes dan aksi unjuk rasa dari warga Banaran.

Mereka memprotes adanya aktivitas penambangan pasir secara ilegal menggunakan mesin sedot karena sangat berpotensi merusak lingkungan.

Di antaranya, sumur warga yang mengering dan berasa asin serta kekhawatiran erosi di area muara.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved