Bisnis

Dorong Bahan Baku Ramah Lingkungan, Penggunaan Viscose Rayon Nasional Perlu Digenjot

Bahan baku berkelanjutan itu dapat diterapkan ke berbagai produk seperti pakaian, kebutuhan rumah tangga hingga alat kesehatan dan kecantikan.

Dorong Bahan Baku Ramah Lingkungan, Penggunaan Viscose Rayon Nasional Perlu Digenjot
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Direktur Asia Pacific Rayon (APR) Basrie Kamba saat menunjukkan produk viscose rayon kepada media di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Senin (9/9/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Saat ini produk fesyen nasional dibanjiri oleh produk-produk berbahan dasar sintetis.

Tak jarang masih ada perusahaan yang belum memperhatikan penggunaan bahan baku tekstil yang ramah lingkungan.

Padahal bahan baku sintetis ini didominasi oleh produk impor.

Selain itu, bahan baku sintetis ini sangat sulit untuk diurai oleh alam.

Butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk mengurainya.

Selain itu, proses produksinya pun ta ramah lingkungan.

Saatnya Kain Batik di Yogyakarta Gunakan Bahan Baku Berkelanjutan

Beragam alasan diutarakan mulai dari ketersediaan barang, kebutuhan pasar hingga biaya produksi.

Data World Fiber Demand and Forecast menerangkan pada 2020 diprediksi kebutuhan dunia terhadap bahan baku sintetis mencapai 71 persen (senilai 79,9 miliar ton) mengalahkan kebutuhan bahan baku alami atau natural (wol dll) yang hanya 22 persen (25,2 miliar ton) dan viscose rayon yang hanya 7 persen (8 miliar ton).

Namun, seiring perhatian masyarakat dunia terhadap lingkungan yang mulai bertumbuh, beberapa perusahaan fesyen dunia dan nasional mulai memperhatikan penggunaan bahan baku berkelanjutan ini.

Basrie Kamba Direktur Asia Pacific Rayon (APR) sebagai salah satu produsen bahan baku tekstil berkelanjutan viscose rayon di Indonesia menjelaskan, penerapan fesyen berkelanjutan saat ini semakin berkembang seiring dengan gerakan dunia yang menuntut pelaku industri termasuk tekstil untuk lebih ramah lingkungan.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved