Seniman Yogyakarta Bergotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Dusun Duwuran Bantul

Selain Mbah Boy, terlihat ada Seniman Sanggarbambu Totok Buchori, Pungky Purbowo, Liek Suyanto dan seniman patung Yusman.

Seniman Yogyakarta Bergotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Dusun Duwuran Bantul
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Seniman patung Yusman (baju hitam pakai topi) sedang mengecor jalan rusak di Duwuran, Desa Parangtritis, Kretek, Bantul, Minggu (8/9/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah seniman Yogyakarta dibantu puluhan santri dari pesantren Rohmatul Umam Bantul dan warga setempat, melakukan kerja bakti pembangunan jalan rusak di dusun Duwuran, Desa Parangtritis, Bantul, Minggu (8/9/2019).

Jalan rusak berbatu sepanjang 80 meter itu diperbaiki secara swadaya dengan cara dicor.

"Siang ini, saya bersama adik-adik dari pesantren Rohmatul Umam, dengan para teatreawan, pelukis, seniman, hari ini memperbaiki sebuah jalan di Bantul yang kebetulan tidak diperhatikan oleh pemerintah," kata Muhammad Boy Rifai, penggagas kampung edukasi watu Lumbung sekaligus inisiator kegiatan, Minggu (8/9/2019).

Lelaki yang biasa disapa Mbah Boy itu menceritakan, perbaikan jalan alternatif penghubung jalan Kretek dan wilayah Parangtritis itu dilakukan swadaya oleh seniman dan masyarakat, karena tidak mau mengandalkan bantuan dari pemerintah.

Menurut dia, pemerintah sudah terlalu banyak janji untuk memperbaiki jalan. Namun ternyata tidak ada realisasi.

"Yang janji-janji banyak. Tetapi kami tidak usah dengarkan kalau manusia yang berjanji. Ternyata Tuhan mengijabah niat kita karena dikirimkan pasir-semen dan masyarakat bergotong royong memperbaiki untuk kepentingan sendiri," sindir dia.

Sejumlah seniman hadir dan ikut kerja bakti menata batu untuk membangun jalan yang rusak.

Selain Mbah Boy, terlihat ada Seniman Sanggarbambu Totok Buchori, Pungky Purbowo, Liek Suyanto dan seniman patung Yusman.

Jalan yang tengah diperbaiki oleh para seniman itu merupakan jalan penghubung dan akses utama warga menuju ladang dan puncak watu Lumbung.

Jalan itu kondisinya memang rusak parah. Berbatu dan menanjak, sehingga sangat sulit dilalui.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved