Penyebab Penyebaran Sel Kanker Seperti yang Dialami Ria Irawan Menurut Penjelasan Dokter

Padahal, Ria sempat dikabarkan terbebas dari kanker pada Maret 2019. Saat ini Ria masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)

Penyebab Penyebaran Sel Kanker Seperti yang Dialami Ria Irawan Menurut Penjelasan Dokter
Kompas.com/Irfan Maullana
Kisah Perjuangan Ria Irawan Menjadi Surivor Kanker, Kemoterapi Sambil Makan Nasi Uduk 

Penyebab Penyebaran Sel Kanker Seperti yang Dialami Ria Irawan Menurut Penjelasan Dokter

TRIBUNJOGJA.COM - Ria Irawan kini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) sejak 1 September 2019 lalu.

Hal itu lantaran penyebaran sel kanker atau metastase Ria Irawan kini hingga ke otak dan paru-paru.

Aktris peran itu dikabarkan mengalami penurunan kondisi tubuh sejak 1 September 2019. Pasalnya, sel kanker yang pernah ada di tubuhnya kini kembali aktif dan menyebar ke organ tubuh lain.

Padahal, Ria sempat dikabarkan terbebas dari kanker pada Maret 2019. Saat ini Ria masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Ria didiagnosis kanker endometrium atau kanker dinding rahim dan memutuskan mengangkat rahimnya pada 30 September 2014.

Hingga saat ini sejumlah orang masih bingung mengenai apa penyebab dan gejala sel kanker yang kembali aktif ini.

Padahal survivor kanker telah menjalani serangkaian pengobatan seperti kemoterapi dan radiasi guna mematikan sel kanker tersebut.

Mengonfirmasi hal itu, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo menjelaskan penyebab penyebaran sel kanker seperti yang dialami Ria Irawan. Ia mengungkapkan bahwa aktifnya sel kanker ini muncul karena ada sel sisa kanker yang tertinggal.

"Sebenarnya 'kembali aktif' itu hanya berarti bahwa dari miliaran sel yang dihancurkan oleh pengobatan, bisa jadi ada satu sel yang tertinggal," ujar Aru saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (7/9/2019).

Menurutnya, sel sisa itu akan perlahan-lahan memperbanyak diri untuk kemudian "kembali" menjadi kanker dalam waktu beberapa bulan, bahkan beberapa tahun.

Halaman
12
Editor: Rina Eviana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved