Kota Yogya

Dinas Pariwisata Kota Yogya Gelar Festival Kampung Wisata 2019

Festival ini diikuti 16 dari 17 kampung wisata yang merepresentasikan produk unggulannya masing-masing.

Dinas Pariwisata Kota Yogya Gelar Festival Kampung Wisata 2019
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Pertunjukan bregodo dari salah satu kampung wisata di Festival Kampung Wisata 2019, Sabtu (7/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Festival Kampung Wisata 2019 digelar di XT Square, (7/9/2019).

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yeti Martanti menjelaskan acara tersebut digelar untukk memperkuat kamwis di mana keberadaan kamwis perlu dipromosikan ke masyarakat supaya masyarakat dan wisatawan lebih tahu potensi yang ada di dalamnya.

"Pada festival ini ada 16 dari 17 kamwis yang ikut dan mereka mempresentasikan produk unggulan misal kerajinan, kuliner, dan potensi, serta atraksi kesenian dan juga pertunjukan bregodo. Sengaja dilombakan untuk memotivasi pengelola kamwis agar lebih mengembangkan diri dan mampu menciptkaan paket kamwis yang inovatif dan kreatif serta punya nilai jual," ujarnya pada Tribunjogja.com.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Ia pun berharap nantinya kamwis benar-benar bisa menjadi alternatif wisata di Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Asisten Perekonomian Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono menjelaskan bahwa acara tersebut sudah menjadi kalender tetap setiap tahun.

"Ini sebagai ikon wisata dalam rangka memperkenalkan dan ekspose ke masyarakat luas bahwa kamwis memiliki sajian yang beragam dan menarik dengan potensi dan ciri khas yang dimiliki," urainya.

Selain itu, Kadri menyebut kegiatan ini menjadi rangkaian menyongsong ke 263 Kota Yogyakarta pada 7 Oktober 2019.

"Pembangunan pariwisata menjadi penggerak roda perekonomian Kota Yogyakarta yang memiliki multiplayer effect. Banyaknya arus wisatawan yang datang dan belanja memberikan dampak baik bagi perekonomian warga," ujarnya.

Berkunjung Gua Jomblang, Wisata Yogyakarta di Dalam Perut Bumi

Kadri menambahkan, bahwa pariwisata yang merupakan kombinasi padat karya yang butuh SDM dan modal usaha.

"Dua kombinasi ini menjadi potensi pemberdayaan masyarakat. Usaha pariwisata diharapkan dapat murni oleh dari dan untuk masyarakat. Salah satu potensi di kota adanya kampung-kampung wisata yang menyebar. Sebagoan besar dari inisiatif warga. Eksistensi kamwis saat ini berkembang dan dari ciri khas kamwis dan unsur luar kampung yang sengaja dimasukan," ujarnya.

Ia pun mengingatkan kepada para pengola kampung wiaata untuk terus membuat strategi pemasaran kamwis, peningkatan kerjasama dengan sesama kamwis, pemerintah, swasta dan stakeholder yang diperlukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta. (*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved